
Bulog Lampung sebut operasi pasar minyak goreng pastikan harga terjangkau

Operasi pasar ini merupakan bentuk komitmen Bulog bersama para pemangku kepentingan
Bandarlampung (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung Rindo Safutra mengatakan bahwa adanya gerakan serentak operasi pasar minyak goreng dilakukan untuk menjaga serta memastikan keterjangkauan harga komoditas tersebut di pasaran.
"Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia menggelar gerakan serentak operasi pasar minyak goreng di 15 kabupaten serta kota di Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung Rindo Safutra di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dimulai pada hari ini, dan dilaksanakan di pasar-pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan akan berlangsung sepanjang Mei 2026 pada hari kerja dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga selesai.
"Operasi pasar ini merupakan bentuk komitmen Bulog bersama para pemangku kepentingan dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh MinyaKita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, serta menjaga distribusi tetap merata di seluruh wilayah Lampung,” ucap dia.
Dia menjelaskan operasi pasar minyak goreng tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah titik strategis, di antaranya di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Tanggamus, Lampung Timur, Way Kanan, Pesawaran, Pringsewu, Mesuji, Tulang Bawang Barat, dan Kota Metro.
"Bulog Lampung juga memastikan ketersediaan stok MinyaKita dalam kondisi aman selama pelaksanaan operasi pasar berlangsung. Operasi pasar MinyaKita menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah dan Bulog dalam menghadirkan pangan yang terjangkau, mudah diakses, dan merata bagi masyarakat," tambahnya.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung M Zimmi Skil.
"Kami memastikan harga jual sebesar Rp15.500 per liter," ujar M Zimmi Skil.
Menurut dia, harga yang ditetapkan tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang cukup tinggi bagi konsumsi konsumen.
"Agar distribusi merata sekaligus menutup ruang gerak para spekulan, aturan pembelian diperketat. Setiap warga hanya diperbolehkan menebus maksimal dua liter minyak goreng," katanya.
Ia melanjutkan pembatasan kuota wajib diberlakukan supaya distribusi merata dan tidak ada pihak yang melakukan penimbunan barang.
"Selain mendukung pengendalian inflasi, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Bulog, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Provinsi Lampung," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
