
Pemkab Lampung Barat sediakan 6.000 liter Minyakita dalam operasi pasar murah

Pada pelaksanaan operasi pasar murah kali ini, Pemkab Lampung Barat menyediakan sebanyak 500 dus Minyakita
Lampung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menyediakan sebanyak 6.000 liter minyak goreng merek Minyakita dalam kegiatan operasi pasar murah yang digelar di sejumlah kecamatan, guna menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, menyampaikan bahwa kegiatan operasi pasar murah merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan Perum BULOG dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
“Pada pelaksanaan operasi pasar murah kali ini, Pemkab Lampung Barat menyediakan sebanyak 500 dus Minyakita atau setara dengan 6.000 liter minyak goreng untuk masyarakat,” ujar dia.
Menurutnya, pelaksanaan operasi pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung tanggal 8 Mei 2026 tentang pelaksanaan Operasi Pasar Murah Serentak di Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, khususnya Bulog, guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dia menjelaskan minyak goreng tersebut dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Adapun minyak goreng Minyakita dijual dengan harga Rp15.500 per liter, dengan ketentuan maksimal pembelian sebanyak dua liter per orang. Kebijakan tersebut diterapkan agar distribusi minyak goreng dapat lebih merata dan dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak masyarakat,” kata dia.
Wabup Mad Hasnurin berharap operasi pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
"Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Oleh sebab itu, langkah-langkah seperti operasi pasar murah ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi daerah," katanya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kegiatan tersebut dengan baik, berbelanja sesuai kebutuhan, menjaga ketertiban selama antrean, serta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Untuk diketahui, kegiatan operasi pasar murah akan dilaksanakan secara bertahap di Pasar Liwa, dimulai pada 12 hingga 13 Mei 2026 untuk tahap pertama, kemudian dilanjutkan kembali pada 18 sampai 22 Mei 2026 untuk tahap kedua.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
