Neraca perdagangan Lampung pada Mei 2025 surplus 388,08 juta dolar AS

id Surplus perdagangan lampung, ekonomi lampung, neraca perdagangan lampung

Neraca perdagangan Lampung pada Mei 2025 surplus 388,08 juta dolar AS

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Ilham Salam saat memberi pemaparan secara daring. ANTARA/Tangkap Layar BPS Lampung.

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat neraca perdagangan luar negeri provinsi tersebut pada Mei 2025 mengalami surplus sebanyak 388,08 juta dolar AS.

"Perkembangan neraca perdagangan luar negeri bila dibandingkan pada Mei 2024 ke Mei 2025 mengalami surplus sebanyak 388,08 juta dolar AS," ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Ilham Salam berdasarkan keterangan secara daring di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan surplus perdagangan luar negeri Lampung di Mei 2025 terjadi akibat nilai ekspor yang lebih tinggi dengan jumlah 565,33 juta dolar AS dari nilai impor sebesar 177,25 juta dolar AS.

"Surplus di Mei 2025 ini pun lebih tinggi dari pada April 2025 yang hanya 238,41 juta dolar AS," katanya.

Dia menjelaskan untuk nilai ekspor Lampung di Mei 2025 sebesar 565,33 juta dolar AS, mengalami peningkatan 74,89 persen dibanding Mei 2024 yang hanya sebesar 323,25 dolar AS.

"Sedangkan nilai ekspor Provinsi Lampung melalui pelabuhan di Provinsi Lampung pada periode Januari-Mei 2025 senilai 2.010,61 juta dolar AS atau sebesar 80,71 persen. Dan yang melalui pelabuhan di luar Lampung senilai 480,40 juta dolar AS atau 19,29 persen," ucap dia.

Ia mengatakan untuk nilai ekspor menurut negara terbesar Januari-Mei 2025 berasal dari Amerika Serikat sebanyak 387,30 juta dolar AS atau 15,55 persen dari total ekspor, kemudian Pakistan sebesar 243,70 juta dolar AS atau 9,78 persen, dan India nilainya sebesar 227,01 juta dolar AS atau 9,11 persen.

"Dan share komoditas terbesar berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 1.024,36 juta dolar AS, kopi, teh, dan rempah-rempah 570,69 juta dolar AS, dan bahan bakar mineral senilai 313,75 juta dolar AS," tambahnya.

Kemudian untuk komoditas ekspor lainnya berasal dari olahan dari sayuran, buah dan kacang sebesar 4,29 persen pulp dari kayu sebesar 3,74 persen, ampas dan sisa industri makanan sebanyak 3,71 persen.

"Serta untuk nilai impor di Mei 2025 mencapai 177,25 juta dolar AS atau mengalami kenaikan 18,37 persen dibanding Mei 2024. Dengan negara tujuan impor terbesar adalah Nigeria sebesar 286,40 juta dolar AS, Angola 148,14 juta dolar AS, dan Australia 73,18 juta dolar AS," ujar dia lagi.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.