
Dompet Dhuafa bersama Pemprov Sumbar revitalisasi kawasan ekowisata dan UMKM

Pemulihan di bidang ekonomi ini sangat penting karena setelah para penyintas terpenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesaknya, selanjutnya mereka akan dihadapkan dengan realitas
Padang Pariaman (ANTARA) - Dompet Dhuafa bersama pemangku kepentingan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan peresmian revitalisasi kawasan ekowisata dan UMKM pasca bencana banjir Sumatera di Kawasan Lestari Alam Glamping, Aduriang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (14/2).
Acara peresmian ini dihadiri oleh 50 penerima manfaat dan merupakan program pemulihan ekonomi yang dilakukan Dompet Dhuafa sebagai upaya untuk menghidupkan kembali siklus mata pencaharian pelaku wisata.
Dalam kegiatan, hadir Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat Syaifullah, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juaini, Ketua Pengurus Indonesia Berdaya Anna Rahmawati, Wali Nagari Lubuk Alung, Wali Jorong, Kepolisian, Koramil, serta rekan-rekan media dan influencer serta penerima manfaat program.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini menuturkan bahwa upaya revitalisasi kawasan ekowisata di Lestari Alam Glamping ini untuk mengembalikan tempat ini sebagai lokasi pariwisata dan juga mendukung para penyintas bencana melanjutkan kehidupannya untuk mencari nafkah kembali.
"Pemulihan di bidang ekonomi ini sangat penting karena setelah para penyintas terpenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesaknya, selanjutnya mereka akan dihadapkan dengan realitas harus mencari nafkah dengan kemampuannya sendiri. Dan dalam kesempatan ini, dukungan pada sektor-sektor usaha memberikan kesempatan kepada para penyintas untuk bekerja dan berwirausaha dengan sarana yang dimiliki oleh mereka sendiri sehingga kehidupannya terus berlanjut,” ujar Ahmad.
Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat Syaifullah menambahkan pemulihan sektor ekonomi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk bangkit segera dari keterpurukan ekonominya.
"Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah meluncurkan program recovery ekonomi khususnya untuk di Lestari Alam Glamping ini. Kita tahu bahwa sarana prasarana masyarakat mencari usaha banyak yang hancur dan ini memberikan harapan yang berkelanjutan untuk mereka. Semoga ini juga diikuti oleh lembaga lembaga filantropi lainnya,” ujar Syaifullah.
Lestari Alam Glamping diinisiasi oleh local leader yaitu Ritno Kurniawan yang telah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sejak 2024. Ritno dengan gigih mengajak masyarakat sekitar untuk melestarikan alam dengan memberikan mata pencaharian alternatif yaitu sebagai pemandu wisata atas potensi alam yang ada di lubuk aluang, salah satunya yaitu wisata rafting di sungai Batang Anai.
Ketua Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya Anna Rahmawati menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan oleh Dompet Dhuafa bersama Indonesia Berdaya bertujuan untuk memulihkan kembali sarana prasarana yang memadai agar kawasan Lestari Alam Glamping ini dapat beroperasi kembali dan dikunjungi oleh wisatawan.
"Jadi sebelum bencana tepatnya tahun 2024, kami sudah bekerja sama menambah fasilitas yang ada di kawasan ini diantaranya toilet bersih, mushalla, beberapa perlengkapan glamping seperti kasur, tenda, dan lain sebagainya. Namun setelah bencana, akses jalan menuju kesini terputus sehingga kami turut membantu mengembalikan akses jalan, dan membangun saluran air sehingga tempat ini dapat layak untuk dikunjungi oleh wisatawan," ujar Anna.
Dompet Dhuafa dan Indonesia Berdaya berharap acara peresmian ini dapat memicu kolaborasi lanjutan dengan stakeholder dan masyarakat setempat agar tempat wisata ini dapat hidup dan memberikan kehidupan untuk masyarakat penyintas bencana sehingga harapan hidup dan kesejahteraannya dapat pulih kembali.
Berita kerja sama
Pewarta : Muklasin
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
