Logo Header Antaranews Lampung

Dua dekade Institut Kemandirian Dompet Dhuafa berdayakan negeri

Minggu, 19 April 2026 17:54 WIB
Image Print
Institut Kemandirian menggelar kegiatan Vocational Outlook: Diseminasi Riset Strategis 2026 bertajuk Dua Dekade Memberdayakan Negeri: Evaluasi Dampak dan Potensi Wirausaha Alumni Vokasi di Aula Sasana Budaya, Gedung Philanthropy, Jakarta, Kamis (16/4/26). FOTO ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA.

Jakarta (ANTARA) - Institut Kemandirian menggelar kegiatan Vocational Outlook: Diseminasi Riset Strategis 2026 bertajuk Dua Dekade Memberdayakan Negeri: Evaluasi Dampak dan Potensi Wirausaha Alumni Vokasi di Aula Sasana Budaya, Gedung Philanthropy, Jakarta, Kamis (16/4/26).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-21 Institut Kemandirian sekaligus upaya memperkuat peran sebagai pelatihan vokasional dan penyedia pelatihan gratis yang berdampak bagi masyarakat.

Selama lebih dari dua dekade, lembaga ini telah meluluskan lebih dari 9.000 alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Diseminasi riset ini bertujuan untuk mengukur dampak nyata program pelatihan vokasional, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi alumni melalui jalur kewirausahaan. Riset juga menyoroti pengaruh mindset, resiliensi, keterampilan, serta dukungan eksternal terhadap keberhasilan alumni dalam membangun usaha.

Kegiatan ini turut menghadirkan Sri Nurhidayah selaku Aktivis Pendidikan, Fithonatul Mar'ati selaku Acting Konjen RI Hong Kong, dan Gaib Maruto Sigit selaku Deputy Editor in Chief Tutur Media Digital, guna memperkaya perspektif dan menghasilkan rekomendasi strategis.

Melalui kegiatan ini, Institut Kemandirian berupaya mengevaluasi relevansi kurikulum pelatihan gratis yang telah dijalankan selama 21 tahun terhadap kebutuhan industri dan keberhasilan alumni.

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, menyatakan kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat arah pengembangan program ke depan berbasis data dan dampak nyata.

“Vocational Outlook 2026 menjadi momentum bagi kami untuk mengukur sejauh mana program pelatihan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi alumni,” ujar Usman.

Usman menjelaskan, dorongan keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga faktor non-teknis seperti pola pikir, ketahanan diri, serta dukungan ekosistem. bahwa nilai kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam pengembangan program pelatihan vokasional, tidak semata berorientasi pada aspek ekonomi. Sementara untuk keberhasilan program juga diukur dari sejauh mana lulusan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, sekecil apa pun kontribusi tersebut.

Hasil riset akan dipaparkan oleh peneliti Dr. Baban Sarbana melalui kajian berjudul “Model Transformasi Mustahik menjadi Muzakki melalui Pelatihan Vokasional Berbasis Zakat Produktif Berkelanjutan”.

Sebagai lembaga di bawah naungan Dompet Dhuafa, Institut Kemandirian mengembangkan pendekatan pelatihan berbasis zakat produktif yang berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Baban Serbana menjelaskan, zakat produktif bertindak sebagai economic entry point- membuka akses ke pasar kerja (bengkel, kuliner, jasa) yang sebelumnya tertutup.

"Hal ini turut merubah juga atau mentransisi dari tenaga kerja rendah produktivitas menjadi pekerja terampil yang mampu mengoptimalkan sumber daya," ujarnya.

“Zakat produktif berhasil menggeser 25 persen populasi marginal masuk ke dalam kuadran sejahtera paripurna (kaya material dan kaya spiritual)," tambah Baban.

BERITA KERJA SAMA



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026