Logo Header Antaranews Lampung

Antisipasi cuaca ekstrem hingga akhir Februari di Lampung

Kamis, 19 Februari 2026 16:01 WIB
Image Print
Ilustrasi- Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan mendung yang terjadi di Kabupaten Pesawaran. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung meminta masyarakat agar terus mengantisipasi adanya cuaca ekstrem hingga akhir Februari 2026.

"Cuaca saat ini masuk masa hidrometeorologi basah yang dimulai sejak dasarian dua tepatnya di 11 Oktober 2025, dan akan terus berlangsung sampai akhir Februari ini," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan dengan adanya fase hidrometeorologi basah tersebut, masyarakat dapat terus mengantisipasi adanya cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga akhir Februari 2026.

"Ini dimulai dengan pola perilaku cuaca yang ditandai dengan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kemudian diiringi dengan ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi. Yang termasuk cuaca ekstrim ini diantaranya adalah angin kencang, karena cuaca ekstrim ini berubah dari panas tiba-tiba langsung hujan atau gelap seharian," katanya.

Dia menjelaskan langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan dikeluarkannya surat siaga darurat dan mengaktifkan posko.

"Gubernur Lampung sudah menandatangani surat keputusan terkait siaga darurat bencana hidrometeorologi. Jadi siaga darurat itu terbagi dalam tiga tahapan, yang pertama adalah fase siaga darurat, fase tanggap darurat dan fase transisi ke pemulihan," ucap dia.

Ia melanjutkan fase tanggap darurat itu saat terjadi saat bencana, bila fase siaga darurat terjadi saat potensi ancamannya sudah mulai mengganggu karena mengalami eskalasi sehingga semua perlu bersiaga. Dan pemulihan itu dilakukan setelah bencana terjadi.

"Untuk siaga darurat itu sudah ada Surat Keputusan Gubernur Lampung, dan sudah dibuat khusus posko siaga bencana hidrometeorologi. Ini sebetulnya sudah aktifkan melalui Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Posko Pusdalop," tambahnya.

Menurut dia, posko-posko tersebut sudah aktif, terutama di beberapa daerah yang memiliki kecenderungan terjadi bencana ekstrem.

"Daerah yang cukup ekstrem terjadi bencana itu seperti di Kabupaten Lampung Barat, dan Pesisir Barat cenderung rawan terjadi bencana longsor sehingga di posko-posko tersebut sudah disiapkan juga alat berat juga," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026