Logo Header Antaranews Lampung

10 ruas sungai di Bandarlampung sudah dinormalisasi guna antisipasi banjir

Kamis, 30 April 2026 12:24 WIB
Image Print
Plt Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PU Mochammad Dian Alma'ruf saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kegiatan normalisasi sungai sudah dilakukan di 10 ruas sungai yang ada di Kota Bandarlampung

Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 10 ruas sungai di Kota Bandarlampung telah dilakukan normalisasi untuk mengantisipasi kejadian banjir yang berulang di kota tersebut.

"Dalam upaya penanganan banjir di Kota Bandarlampung ini, kami membagi dalam tiga tahapan yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang," ujar Plt Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mochammad Dian Alma'ruf di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan untuk penanganan jangka pendek sudah dilakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Bandarlampung oleh BBWS Mesuji Sekampung.

"Kegiatan normalisasi sungai sudah dilakukan di 10 ruas sungai yang ada di Kota Bandarlampung, disini itu ada tiga sungai besar, dan banyak sekali anak sungai," katanya.

Dia menjelaskan melalui pelaksanaan normalisasi sungai tersebut sangat bermanfaat untuk melakukan upaya pengendalian banjir, sebab membuka serta menambah ruang air dan sungai, sehingga air tidak segera melimpas di luar tanggul dan bisa tertampung di beberapa ruas sungai.

"Memang ini belum bisa secara sempurna menyelesaikan masalah banjir, sehingga kita siapkan juga bahan banjiran seperti geobag yang diisi pasir atau tanah yang ditaruh di sungai-sungai yang memang belum memiliki tanggul. Jadi saat air melimpas tidak terkendali bisa langsung dipasang," ujar dia.

Menurut dia, selain geobag pihaknya juga akan memasang bronjong di tanggul sungai yang udah mulai rapuh, agar memperkuat konstruksi tanggul dan mengantisipasi terjadinya tanggul jebol.

"Lalu kami sudah berkoordinasi dengan pusat, karena di BBWS Mesuji Sekampung tidak ada pompa mobile, maka akan didatangkan dari pusat. Jadi saat ada genangan air terutama saat curah hujan tinggi dapat segera dikeringkan dengan pompa itu," katanya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026