Logo Header Antaranews Lampung

Antisipasi El Nino, Wali Kota Metro jemput bola ajukan bantuan alsintan ke Kementan

Senin, 20 April 2026 19:08 WIB
Image Print
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso saat mengajukan bantuan alsintan ke Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan RI. (ANTARA/HO)

Metro (ANTARA) - Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso ajukan bantaun alat dan mesin pertanian (alsintan) ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sebagai langkah antisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun 2026 ini.

Langkah jemput bola ini dilakukan Bambang usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian RI, Senin (20/04).

Wali kota yang secara langsung mengajukan permohonan bantuan alsintan untuk mendukung produktivitas petani di Kota Metro, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dapat memberikan dampak nyata bagi petani, sehingga produksi tetap terjaga meskipun menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Pemerintah Kota Metro direncanakan menerima bantuan berupa 28 unit traktor roda empat (TR4), 20 unit combine harvester, 56 unit pompa air 3 inci, serta 5 unit pompa air 6 inci.

Pemkot Metro dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim.

Diketahui, ancaman kekeringan lahan pertanian akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

Rakornas yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam menghadapi potensi kekeringan.

Pemerintah pusat menginstruksikan pemetaan wilayah rawan, percepatan pompanisasi, serta tanam serentak sebagai upaya strategis menjaga produksi pangan nasional.

“Kita menghadapi ancaman serius. El Nino tahun ini diprediksi lebih kering dari rata-rata. Karena itu, langkah mitigasi harus dilakukan secara luar biasa dan terukur,” kata Menteri Amran.

Mentan juga mengapresiasi kehadiran para pimpinan daerah yang hadir langsung dalam Rakornas. Ia menegaskan bahwa kehadiran kepala daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Saya sangat mengapresiasi kepala daerah yang hadir secara langsung tanpa diwakilkan. Karena jika hanya diwakili oleh Sekda, asisten, ataupun kepala dinas, maka anggaran bantuan alsintan untuk daerah tersebut bisa kami pastikan akan dievaluasi kembali,” tegasnya.

Selain itu, dalam Rakornas juga dipaparkan kondisi cadangan beras nasional yang menunjukkan tren positif. Stok beras pemerintah per April 2026 diproyeksikan mencapai 4,93 juta ton, mendekati 5 juta ton, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah optimistis surplus ini akan terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan nasional bahkan membuka peluang ekspor.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026