
KBIHU diimbau untuk batasi umrah sunah dan tunda tur kota ke luar Makkah

Saat iniĀ PPIH hanya mengizinkan pelaksanaan umrah sunah maksimal tiga kali sebelum masa Armuzna
Makkah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk membatasi pelaksanaan umrah sunah dan menunda kegiatan tur kota ke luar Makkah guna menjaga kondisi fisik jamaah calon haji menjelang fase puncak haji (Armuzna).
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Erti Herlina menekankan pentingnya peran pimpinan dan pembimbing KBIHU dalam mengedukasi jamaah calon haji agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah tambahan yang dapat menguras tenaga.
"Saat ini PPIH hanya mengizinkan pelaksanaan umrah sunah maksimal tiga kali sebelum masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kebijakan ini murni ditujukan untuk melindungi kesehatan, keamanan, dan keselamatan para jamaah calon haji," ujar Erti di Makkah, Kamis.
Selain pengaturan umrah sunah, Erti juga mengingatkan agar kegiatan tur kota tidak dilakukan hingga ke luar batas Kota Makkah.
Hal itu sejalan dengan surat edaran resmi yang telah diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi demi kenyamanan jamaah calon haji.
Sebagai langkah perlindungan dan pengawasan proaktif, setiap KBIHU yang menyelenggarakan umrah sunah atau tur di dalam area Kota Makkah diwajibkan melapor dan membuat surat pernyataan yang ditembuskan kepada kepala sektor masing-masing.
Erti menjelaskan surat pernyataan tersebut harus merinci tujuan kegiatan hingga jumlah pasti jamaah calon haji yang berpartisipasi.
"Hal ini sangat penting agar pergerakan jamaah calon haji terus termonitor dengan baik. Ketika jamaah calon haji berangkat dan pulang, jumlahnya harus sama. Pimpinan KBIHU harus dapat memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan jamaah calon haji tetap terjaga," kata Erti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KBIHU diimbau batasi umrah sunnah dan tunda tur kota ke luar Makkah
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
