Logo Header Antaranews Lampung

BPS sebut ekonomi Lampung di triwulan I 2026 tumbuh 5,58 persen

Selasa, 5 Mei 2026 18:02 WIB
Image Print
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Ekonomi Provinsi Lampung triwulan I 2026 terhadap triwulan I 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa ekonomi Provinsi Lampung di triwulan I 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen.

"Ekonomi Provinsi Lampung triwulan I 2026 terhadap triwulan I 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen," ujar Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,43 persen.

Dan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,84 persen.

"Perekonomian Lampung triwulan I 2026 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp132.361,94 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp73.439,55 miliar," katanya.

Ia menjelaskan sedangkan ekonomi Provinsi Lampung triwulan I 2026 terhadap triwulan IV 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,08 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 7,87 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 31,02 persen.

"Perekonomian Lampung triwulan I 2026 yang tumbuh 5,58 persen ini menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir," ucap dia.

Dia menjelaskan sejumlah hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2026 meliputi adanya aktivitas produksi domestik berupa pertanian, kehutanan, dan perikanan yang di dorong oleh tanaman pangan dan peternakan, kemudian stimulus program strategis nasional Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Kemudian dukungan atas adanya mobilitas masyarakat melalui bertumbuhnya kunjungan wisatawan nusantara selama triwulan I 2026 sebesar 25,55 persen, dan kenaikan jumlah penumpang pada beberapa moda transportasi.

"Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada kategori akomodasi makanan dan minuman sebesar 12,43 persen tersebut terjadi karena di dorong adanya program Makan Bergizi Gratis," tambahnya.

Dan untuk pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 13,84 persen dipengaruhi oleh percepatan realisasi program Makan Bergizi Gratis.

"Pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2026 ini menjadi yang tertinggi kedua di seluruh Sumatera setelah Kepulauan Riau sebesar 7,04 persen. Dan Lampung berkontribusi 9,72 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026