
Gubernur Lampung sebut sektor perumahan dorong pertumbuhan ekonomi

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa sektor perumahan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Realestat Indonesia (REI) selama 54 tahun telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, khususnya sektor perumahan. Perannya sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyediaan hunian bagi masyarakat," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Lampung, Rabu.
Ia mengatakan sektor perumahan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pelaksanaan beberapa program pemerintah khususnya dalam agenda Astacita dan program pembangunan tiga juta rumah.
"Sektor perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi," katanya.
Dia menjelaskan setiap pembangunan satu unit rumah dapat menciptakan tiga hingga empat peluang kerja.
"REI menjadi salah satu alat negara untuk mengimplementasikan program pembangunan, terutama dalam mendorong ekonomi domestik dan pemerataan pembangunan," ucap dia.
Ia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menyiapkan transformasi ekonomi berbasis komoditas mentah menuju hilirisasi industri.
"Selain hilirisasi, Lampung juga mengandalkan sektor pariwisata dan pendidikan sebagai pilar pertumbuhan ekonomi. Kunjungan wisatawan ke Lampung mengalami lonjakan signifikan, dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025," tambahnya.
Dia mengatakan namun masih ada tantangan akibat rendahnya lama tinggal wisatawan yang baru mencapai 1,3 hari serta tingkat belanja yang relatif kecil.
"Di sinilah peran properti sangat penting, untuk menghadirkan fasilitas pendukung agar wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja mereka," ujarnya.
Sementara, di sektor pendidikan, peningkatan minat melanjutkan ke perguruan tinggi juga menjadi peluang baru. Dan, terjadi kenaikan hingga 25 persen pendaftar di perguruan tinggi di Lampung, yang berdampak pada kebutuhan hunian di kawasan perkotaan seperti di Bandar Lampung dan Metro.
"Ini menjadi peluang bagi sektor perumahan, dan kami mengajak untuk terlibat langsung dalam perencanaan kawasan terpadu yang mengintegrasikan industri, pariwisata, dan permukiman. Serta, menjadi mitra strategis dalam mendesain kawasan-kawasan pertumbuhan baru di Lampung," tambahnya.
Ia berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan pelaku usaha properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung program pemerintah daerah, termasuk mengatasi backlog perumahan di Lampung yang mencapai sekitar 270 ribu unit.
"Sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan riset REI bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, setiap investasi di sektor perumahan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dan pengembang properti adalah bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat," ujar Joko.
Menurut dia, pihaknya pun menjalankan program sosial berupa penanaman satu juta pohon, yang hingga kini telah terealisasi sekitar 300 ribu pohon sebagai bagian dari kontribusi terhadap lingkungan.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
