Logo Header Antaranews Lampung

BRT Itera jadi contoh transportasi publik modern di Lampung

Rabu, 4 Februari 2026 17:12 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat berdiskusi terkait operasional BRT Itera. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Transportasi publik merupakan instrumen utama dalam pelaksanaan transformasi wilayah,

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Itera dapat menjadi proyek percontohan transportasi publik modern di Provinsi Lampung.

"Transportasi publik merupakan instrumen utama dalam pelaksanaan transformasi wilayah, karena beririsan langsung dengan produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, tata ruang perkotaan dan kawasan pendidikan, hingga pencapaian target pembangunan berkelanjutan serta pengendalian emisi," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Ia melanjutkan dengan kondisi geografis Provinsi Lampung sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Sumatra maka memerlukan sistem transportasi yang andal serta terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah.

"Tanpa intervensi kebijakan yang terstruktur maka ketergantungan pada kendaraan pribadi berpotensi meningkatkan kemacetan, biaya sosial, serta memicu degradasi lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan angkutan massal perkotaan yang modern, terjangkau dan ramah lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang strategis," katanya.

Ia menjelaskan bahwa operasional BRT Itera nantinya dapat menjadi proyek percontohan dalam implementasi sistem BRT di Provinsi Lampung secara luas.

Sejumlah nilai strategis dapat terbentuk dengan kehadiran sistem BRT di Lampung, yang dimulai dari operasional BRT Itera seperti membangun konektivitas kawasan pendidikan, permukiman dan pusat aktivitas ekonomi.

Juga mendorong efisiensi mobilitas mahasiswa serta masyarakat, menciptakan integrasi riset dan inovasi teknologi transportasi, hingga dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang dapat direplikasi di wilayah lain.

"Inisiatif BRT Itera ini tidak hanya berbicara tentang armada dan koridor, tetapi juga mencakup perencanaan rute berbasis data, kelembagaan pengelola, skema pembiayaan berkelanjutan, serta penerimaan sosial masyarakat," jelasnya.

Menurut dia, pengembangan transportasi publik terintegrasi ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung dalam mewujudkan Lampung Maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Melalui FGD ini Pemerintah Provinsi Lampung berharap memperoleh masukan teknis dan rekomendasi kebijakan yang terukur, mencakup kelayakan teknis dan ekonomi BRT ITERA, integrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada, lalu mengenai skema pendanaan, keberlanjutan operasional, serta peran perguruan tinggi dalam riset, monitoring dan evaluasi kebijakan," tambahnya.

Sementara itu, rencana awal operasional BRT Itera tersebut dilakukan uji coba melalui rute Mall Boemi Kedaton-Itera, diharapkan rute tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung oleh mahasiswa, dosen dan civitas akademika. Serta di kemudian hari rute ini dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat apabila implementasi awal berjalan dengan baik.

"Kami berharap dengan ini bisa melahirkan gagasan-gagasan inovatif, termasuk kritik yang membangun. Pemerintah Provinsi Lampung terbuka terhadap kritik karena dari sanalah kita belajar untuk memperbaiki kebijakan ke depan," ujar dia.

Baca juga: Lampung perkuat ekosistem transportasi umum dengan hadirkan taksi listrik

Baca juga: Pemkot Bandarlampung: Revitalisasi angkot penuhi kebutuhan masyarakat

Baca juga: Itera kembangkan layanan transportasi umum Smart BRT untuk warga



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026