
Inflasi tahunan Lampung pada Januari 2026 sebesar 1,90 persen

Inflasi tahunan Januari lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 1,25 persen, dan lebih tinggi dibanding bulan yang sama di 2025 sebesar 1,04 persen
Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa tingkat inflasi tahunan di Lampung pada Januari 2026 sebesar 1,90 persen, seiring dengan adanya kenaikan harga dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.
"Inflasi tahunan Januari lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 1,25 persen, dan lebih tinggi dibanding bulan yang sama di 2025 sebesar 1,04 persen," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung M Sabiel berdasarkan keterangannya secara daring di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks atau inflasi dari kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 15,45 persen.
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga tercatat mengalami inflasi sebesar 1,82 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,02 persen, kelompok transportasi 0,94 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran 1,26 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 9,62 persen.
"Sebaliknya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi, yaitu kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,47 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,33 persen, dan kelompok pendidikan 17,97 persen. Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan indeks," katanya.
Ia menjelaskan sejumlah komoditas yang menyumbang andil inflasi tahunan di Januari 2026 adalah tarif listrik dengan andil inflasi 1,55 persen, emas perhiasan andil inflasi 0,61 persen, bawang merah memiliki andil inflasi 0,24 persen, beras andil inflasi 0,14 persen, dan daging ayam ras andil inflasi sebesar 0,10 persen.
"Untuk pergerakan inflasi bulan per bulan di Januari 2026 Lampung tercatat sebesar deflasi 0,07 persen. Dan komoditi penyumbang deflasi meliputi cabai merah dengan andil deflasi 0,25 persen, bawang merah 0,12 persen, cabai rawit 0,06 persen, bensin andil deflasi 0,03 persen dan jeruk andil deflasi 0,03 persen," ucap dia.
Terkait inflasi antarwilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Januari 2026, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji dengan inflasi sebesar 2,92 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandarlampung sebesar 1,43 persen.
"Sementara, inflasi tahunan di Kota Metro sebesar 2,03 persen, dan inflasi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,69 persen," tambahnya.
Baca juga: Inflasi tahunan Lampung tercatat 1,25 persen di Desember 2025
Baca juga: Wagub Lampung minta penerapan strategi 4K untuk jaga inflasi
Baca juga: Menko Perekonomian usul pemberian insentif fiskal bagi Pemda yang mampu jaga inflasi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
