Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Lampung (Unila) menargetkan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama serta sentra pendidikan kesehatan di Lampung.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi Unila Prof Ayi Ahadiat dalam pernyataan di Bandarlampung, Kamis, menyampaikan kehadiran RSPTN Unila bukan sekadar penambahan fasilitas di lingkungan kampus, melainkan mandat institusional dan komitmen sosial yang besar.
"RSPTN berdiri di atas dua pilar utama, yakni pendidikan sebagai wahana pengembangan fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya, serta pelayanan publik sebagai ujung tombak layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya," ujar Prof Ayi Ahadiat.
Ia memastikan keberadaan RSPTN telah sejalan dengan visi Unila untuk menyediakan rumah sakit pendidikan unggul, berintegritas, dan berdaya saing dalam bidang pelayanan, pendidikan, serta penelitian, guna mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional.
"Ini adalah wujud nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang akan melahirkan tenaga kesehatan unggul bagi bangsa," ucapnya.
Sementara itu Manajer PIU RSPTN Unila Prof Satria Bangsawan menambahkan pembangunan RSPTN Unila merupakan bentuk nyata komitmen universitas dalam menghadirkan layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran berkualitas tinggi.
"Dengan dukungan pemerintah dan Asian Development Bank (ADB), kami optimistis RSPTN Unila akan menjadi pusat unggulan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan dunia akademik," ungkapnya.
Sebelumnya, Unila telah membangun RSPTN dan Pusat Penelitian terpadu (Integrated Research Center/IRC) yang direncanakan selesai tahun 2026 dengan proses pembangunan saat ini sudah mencapai 74,58 persen.
Untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, Unila telah menyelenggarakan lokakarya Perencanaan Strategis RSPTN yang dihadiri para pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
Diskusi dalam lokakarya menekankan pentingnya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pilar utama keberhasilan RSPTN Unila.
Dalam kesempatan itu diskusi juga menekankan tata kelola yang transparan dan akuntabel sesuai regulasi dan standar kesehatan tertinggi. Penguatan SDM dan layanan unggulan juga harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Lampung secara menyeluruh.
Kemudian, keberlanjutan finansial harus dijaga melalui model BLU yang efisien dan mandiri. Sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan juga harus mendorong lahirnya inovasi ilmiah yang mampu meningkatkan mutu serta dampak layanan kesehatan.
Melalui pendirian IRC, RSPTN Unila diharapkan mampu menjadi pusat solusi kesehatan regional dan nasional, sekaligus mengangkat reputasi Unila di tingkat global.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RSPTN Unila ditargetkan jadi sentra pendidikan kesehatan Lampung
