Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung segera membuka posko pemantauan cuaca serta bencana sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayahnya.
"Banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, salah satunya dipicu cuaca ekstrem akibat sistem siklon dan pembentukan awan konvektif. Hingga kini ratusan korban meninggal dan hilang, dan akses ke banyak wilayah masih sulit dijangkau," ujar Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudi Syawal di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan langkah kesiapsiagaan ini dilakukan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi akibat pengaruh fenomena siklon dari Samudera Hindia.
"Oleh karena itu BPBD Provinsi Lampung membuka posko 24 jam untuk pelaksanaan pemantauan cuaca dan bencana secara real time," katanya.
Lalu pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan BMKG serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Selain itu, sebagai langkah untuk membantu tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera yakni di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan dukungan tambahan berupa pengiriman 50 relawan terlatih ke daerah terdampak bencana tersebut.
"Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan solidaritas Lampung dalam membantu percepatan penanganan bencana di tiga provinsi tersebut," tambahnya.
Diketahui sebelumnya Kepala BMKG Pusat Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa dua bulan ke depan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
Dan adapula potensi bibit siklon atau siklon tropis di perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, serta selatan Papua.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan yakni Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun telah meminta pemerintah daerah (pemda) segera melakukan langkah antisipasi bencana sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Baca juga: Pemkot Bandarlampung galang bantuan untuk korban bencana Sumatera
Baca juga: Mendagri instruksikan Pemda untuk siaga bencana jelang periode Nataru
Baca juga: Prabowo: Negara tak akan biarkan rakyat pikul beban sendiri
