
Rektor Unila lepas mahasiswa untuk salurkan aspirasi di DPRD Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Ir Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, ASEAN Eng, didampingi jajaran wakil Rektor Unila, melepas keberangkatan mahasiswa Unila yang akan melakukan aksi penyampaian aspirasi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9).
Prof Lusmeilia hadir langsung di lokasi keberangkatan mahasiswa untuk memberikan arahan sebelum aksi dimulai. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, keselamatan, dan nama baik universitas saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
"Mahasiswa Unila harus senantiasa menjaga diri, saling melindungi, dan tertib dalam menyampaikan aspirasinya. Hindari segala bentuk tindakan anarkis,dan jika kondisi dirasa tidak kondusif, lebih baik mundur," ujar Prof Lusmeilia dalam pernyataan, Selasa.
Lebih lanjut, Rektor Unila menegaskan pihak kampus siap memfasilitasi ruang dialog apabila masih ada aspirasi yang belum tersampaikan.
"Unila akan membuka ruang diskusi. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah," tambahnya.
Pelepasan mahasiswa ini menjadi wujud dukungan Unila terhadap kebebasan berpendapat sekaligus menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun, tertib, dan konstruktif sebagai bagian dari proses demokrasi.
Sebelumnya, kegiatan aksi di Gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin berlangsung lancar dan kondusif. Bahkan aksi tersebut berangsur bubar pada siang jelang sore hari usai mahasiswa menyampaikan 13 tuntutan aksi kepada Gubernur Lampung.
Pewarta : Satyagraha
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
