
Kegiatan penyampaian pendapat di Lampung berlangsung damai dan kondusif

Saya berterima kasih kepada adik-adik yang demo hari ini bisa membantu menunjukkan kepada Indonesia bahwa Lampung berbeda dari yang lain.
Bandarlampung (ANTARA) - Kegiatan penyampaian pendapat di Provinsi Lampung yang berlangsung terpusat di halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung berjalan dengan damai dan kondusif.
"Kami tadi bersama dengan Kapolda dan Pangdam XII/Radin Inten telah berkomunikasi dengan mahasiswa, dan luar biasa kami melihat gelora semangat mahasiswa Lampung berkumpul bersama elemen masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya hari ini," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan adanya aksi unjuk rasa tersebut menjadi salah satu menyuarakan hati nurani masyarakat. Dan pemerintah akan terus menjaga hak masyarakat untuk terus bersuara.
"Seluruh aspirasi masyarakat kami terima dan akan segera diteruskan ke pemerintah pusat. Dan tadi hadir juga Ketua DPRD Provinsi Lampung dan perwakilan fraksi secara lengkap ikut menemui mahasiswa," ucap dia.
Ia pun berterima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam aksi hari ini, yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai dan kondusif.
"Saya berterima kasih kepada adik-adik yang demo hari ini bisa membantu menunjukkan kepada Indonesia bahwa Lampung berbeda dari yang lain. Bahwa Lampung damai, tentram dan punya harapan untuk jadi lebih baik," tambahnya.
Menurut dia, dalam menerima aspirasi masyarakat juga hadir tokoh adat, tokoh agama yang ikut menjaga situasi tetap kondusif.
"Setelah adik-adik mahasiswa pulang ini diharapkan Lampung aman, damai dan situasi kondusif. Ini salah satu alasan untuk membangun masyarakat agar tetap baik," ujar dia.
Ia mengatakan tuntutan masyarakat menjadi salah satu usaha pemerintah daerah dalam memperbaiki semuanya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
"Semua kesepakatan ini dibuat oleh seluruh masyarakat Lampung, dan tentu ini akan kami terima sebagai langkah perbaikan ke depan," ucap dia.
Sebelumnya diketahui dalam kegiatan penyampaian aspirasi oleh masyarakat Lampung di halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung yang diikuti oleh ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat, menuntut sejumlah hal yakni mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset, potong tunjangan dan gaji DPR, tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru, memerintahkan Presiden memecat menteri- menteri yang problematik.
Kemudian meminta ketua partai yang kadernya berada di eksekutif dan legislatif untuk diberhentikan atau direstrukturisasi, reformasi total Polri dan adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan serta evaluasi kinerja Polda Lampung, tolak RKUHAP, menolak efisiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, berhenti menggunakan pajak rakyat untuk menindas rakyat, dan pembebasan lahan untuk petani Anak Tuha, serta reformasi agraria pembebasan lahan di Lampung.
Dalam kegiatan penyampaian aspirasi tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, bersama berbagai pihak turun langsung menemui massa aksi untuk berdialog bersama di halaman Kantor DPRD Provinsi Lampung.
Baca juga: Kapolda Lampung apresiasi aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa berjalan damai
Baca juga: Mahasiswa Lampung ajukan 13 tuntutan pada aksi di DPRD Lampung
Baca juga: Tokoh hukum imbau masyarakat dan aparat keamanan fokus pada tujuan aksi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
