Logo Header Antaranews Lampung

Pengamat: Sikap saling menghormati dapat perkuat posisi moral aksi

Minggu, 31 Agustus 2025 15:09 WIB
Image Print
Pengunjuk rasa menyalakan suar saat aksi solidaritas 1000 lilin di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025). Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Tertindas tersebut menuntut agar jajaran kepolisian dapat bersikap humanis terhadap gerakan aksi massa. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/sgd
Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara, sehingga sikap saling menghormati antara massa aksi dan aparat menjadi kunci

Bandarlampung (ANTARA) - Pengamat Kebijakan Publik Vincensius Soma Ferrer mengatakan bahwa sikap saling menghormati antara massa aksi yang menyuarakan aspirasi dan aparat keamanan dapat menjadi kunci untuk memperkuat posisi moral aksi di mata publik.

"Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara, sehingga sikap saling menghormati antara massa aksi dan aparat menjadi kunci dalam memperkuat posisi moral aksi di mata publik," ujar Vincensius yang juga akademisi Universitas Lampung saat dihubungi di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan sebagai negara yang mengedepankan demokrasi, massa aksi dapat melakukan penyampaian aspirasi secara tertib sesuai konteks, menekankan perdamaian, dan tidak mudah tersulut emosi.

Di sisi lain, tindakan tegas aparat keamanan untuk menjaga stabilitas keamanan juga diperkenankan dalam menghadapi aksi, dengan menekankan nilai-nilai humanis sebagai pengayom masyarakat, bukan tindakan represif.

"Dengan adanya keseimbangan antara kedua belah pihak, maka ruang demokrasi dapat terus terjaga. Dimana aspirasi publik tersampaikan dengan baik, dan kondisi keamanan serta stabilitas sosial dapat tercipta," ucap dia.

Menurut dia, bila ditinjau berdasarkan kerangka ilmu sosial, kebijakan keamanan tidak hanya berorientasi pada tindakan penertiban semata. Melainkan membuka ruang bagi rakyat dalam menyampaikan aspirasi melalui kegiatan demonstrasi.

"Dengan pendekatan demikian, aparat hadir bukan hanya sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai pengayom yang mengedepankan empati, keadilan, dan perlindungan terhadap warga negara. Dan masyarakat tetap mengedepankan aksi damai dalam menyampaikan aspirasinya," ujarnya.

Ia memastikan, melalui pendekatan tersebut, maka akan tercipta stabilitas politik, tanpa mengorbankan nilai demokrasi dan kemanusiaan.

Menurut rencana, masyarakat yang tergabung dalam elemen mahasiswa dan warga akan melaksanakan aksi damai Aliansi Lampung Melawan dengan tema "Rakyat Lampung Bergerak" pada Senin (1/9) di kantor DPRD Lampung.

Baca juga: Tokoh hukum imbau masyarakat untuk lakukan aksi damai saat sampaikan aspirasi

Baca juga: FKUB Tanggamus ajak tokoh agama-masyarakat jaga suasana kondusif

Baca juga: Kapolda Lampung imbau warga hindari aksi anarkis dan provokasi



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026