
BI sebut pertanian terintegrasi teknologi di pesantren dapat dukung hilirisasi

Melalui pengembangan pertanian terintegrasi berbasis teknologi di pesantren ini, sebenarnya memperkuat sisi hulu untuk mendukung hilirisasi.
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan pengembangan pertanian terintegrasi berbasis teknologi di lingkungan pondok pesantren dapat menjadi langkah yang mendukung penguatan hilirisasi komoditas di daerah.
"Melalui pengembangan pertanian terintegrasi berbasis teknologi di pesantren ini, sebenarnya memperkuat sisi hulu untuk mendukung hilirisasi. Sebab tanpa penguatan sektor hulu akan mustahil mampu melakukan hilirisasi," kata Bimo di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan untuk mewujudkan hilirisasi juga memerlukan pembeli hasil pertanian (offtaker) yang bisa menjamin penyerapan komoditas hasil panen daru implementasi program pertanian terintegrasi di lingkungan pesantren.
"Memang ini tidak mudah, sebab ketika bisa memperkuat hulu untuk mewujudkan hilirisasi yang baik juga memerlukan offtaker yang jelas. Jangan sampai hasil panen tidak terjual, dan semua berhenti di tengah jalan," katanya.
Bimo menjelaskan salah satu kisah sukses dari penerapan pertanian terintegrasi di pondok pesantren terjadi di Provinsi Lampung.
"Hasil pertanian terintegrasi dari salah satu pondok pesantren di Lampung ini produk hortikulturanya sudah masuk ke swalayan dan ini permanen produknya terserap," ujar dia.
Ia mengatakan BI Lampung akan terus membantu mengembangkan model pengelolaan komoditas terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk mendukung terbentuknya hilirisasi.
"Untuk mengurangi terjadinya risiko dan meningkatkan probabilitas keberhasilan penerapan pertanian terintegrasi di pesantren, maka ada pendampingan yang dilakukan oleh pondok pesantren yang telah berhasil kepada pesantren binaan. Harapannya dengan ini maka ekosistem ekonomi pesantren makin kuat, dan hilirisasi semakin berkembang," ujar dia.
Baca juga: BRMP Lampung: Irigasi perpipaan antisipasi lahan pertanian kurang air
Baca juga: 1.019 hektare lahan pertanian di Lampung jadi contoh "smart farming"
Baca juga: Gubernur Lampung optimalkan aplikasi KPB untuk dukung hilirisasi pertanian
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
