
BPS catat inflasi Lampung Mei 2025 sebesar 2,12 persen

Inflasi Provinsi Lampung di Mei 2025, berdasarkan indeks harga konsumen 2025 terhadap indeks harga konsumen di 2024, sebesar 2,12 persen
Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat bahwa inflasi di provinsi tersebut pada Mei 2025 sebesar 2,12 persen tahun ke tahun (yoy).
"Inflasi Provinsi Lampung di Mei 2025, berdasarkan indeks harga konsumen 2025 terhadap indeks harga konsumen di 2024, sebesar 2,12 persen," ujar Ahli Madya BPS Provinsi Lampung Muhammad Ilham Salam dalam keterangannya secara daring di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan inflasi tahunan di Mei 2025 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, serta lebih rendah dari bulan yang sama dari 2024.
"Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi, andil tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan nilai 0,90 persen dan inflasi sebesar 2,67 persen serta kelompok rekreasi, budaya dan olahraga dengan andil 0,11 persen dan inflasi 6,47 persen," ujarnya.
Sedangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil deflasi 0,04 persen dan deflasi 0,77 persen.
Komoditas yang menjadi andil penyumbang inflasi pada Mei antara lain emas perhiasan dan beras masing-masing sebesar 0,33 persen, diikuti akademi atau perguruan tinggi sebesar 0,26 persen, kopi bubuk 0,22 persen, dan sigaret kretek mesin 0,16 persen.
"Komoditas yang memberi andil deflasi meliputi bawang merah sebesar 0,17 persen, tomat 0,08 persen, telur ayam ras 0,08 persen dan daging ayam ras 0,06 persen," ucap dia.
Sementara itu, berdasarkan perhitungan bulan per bulan, Lampung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,58 persen. Kelompok pengeluaran yang dominan memberi andil deflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 1,57 persen.
Komoditas penyumbang andil deflasi bulanan adalah bawang merah sebesar 0,25 persen, bawang putih 0,13 persen, cabai merah 0,11 persen, cabai rawit 0,08 persen, dan obat gosok sebesar 0,03 persen.
"Pada Mei 2025 inflasi dari tahun ke tahun tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,24 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Metro sebesar 1,87 persen," tambahnya.
Baca juga: TPID Lampung perkuat sinergisitas untuk jaga inflasi tetap terkendali
Baca juga: Wamen PU: Infrastruktur sumber daya air dan konektivitas bantu kendalikan inflasi
Baca juga: Sri Mulyani perkirakan ekonomi RI hanya tumbuh 5 persen pada 2024
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
