Logo Header Antaranews Lampung

Kembalikan kejayaan, Lampung ekspor lada hitam melalui Vietnam

Kamis, 28 November 2024 19:03 WIB
Image Print
Seremonial ekspor lada hitam Lampung ke pasar internasional dilaksanakan oleh PT Mitra Agro Usaha Perkebunan bersama Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), pemerintah daerah dan para mitra, di Dusun Losari, Desa Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (28/11/2024). ANTARA/Budisantoso Budiman
Seremonial ekspor lada hitam Lampung ke pasar internasional sebagai bagian dari cita-cita bersama untuk mengembalikan kejayaan lada Lampung.

Ketahanan Pangan

Dalam acara itu diadakan pula penandatanganan dan pengesahan aksi kolaborasi terkait keberlanjutan ketahanan dan keamanan pangan yang dilakukan bersama oleh Kepala Dinas Perkebunan Lampung, PT MAUP, KUB Berkah Jaya Lestari, CV Spices Solution Indonesia, dan PT Cinquer Agro Nusantara (CAN).

Selain itu dilakukan pula secara simbolis serah terima mesin rumput, modul Lada Lestari Lampung, dan merchandise herbs & spices.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan stan pengembangan bisnis komoditas hasil perkebunan dan pengenalan pusat pengolahan hasil panen petani (PT MAUP Herbs & Spices Farmer Processing Centre). 

Secara historis, Provinsi Lampung adalah penghasil lada hitam terbesar nasional, bahkan sejak zaman penjajahan Belanda telah dikenal sebagai penghasil salah satu rempah yang mendunia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 472/Kpts/RC.040/6/2018 tentang Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional telah ditetapkan empat kabupaten sebagai kawasan sentra pengembangan komoditas lada, yaitu Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Tanggamus, dan Waykanan.

GIZ adalah perusahaan federal Jerman yang memberikan manfaat publik yang bekerja dalam kerja sama internasional untuk pembangunan berkelanjutan dan didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (BMZ).

Keith Spicer Ltd bagian dari Harris Freeman Group adalah perusahaan global yang bergerak di bidang pengembangan produk, pemasaran, dan distribusi teh, rempah-rempah, herbal, bumbu, dan perasa lainnya untuk industri makanan. Misinya adalah untuk mendapatkan dan mendistribusikan rempah-rempah dan bumbu terbaik, dengan cara yang aman, terjamin, dan berkelanjutan.

PT Mitra Agro Usaha Perkebunan adalah perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Harris Freeman Foundation dan Keith Spicers Ltd., yang mengampanyekan program Digital Farming kepada para petani.

Salah satu output kesepakatan PT MAUP dengan Harris Freeman Foundation adalah Keith Spicers Ltd adalah dibutuhkannya tempat untuk mengumpulkan dan memproses pengeringan lada organik dari para petani sebelum diekspor ke Harris Freeman Vietnam selaku offtaker & main processor. Di proses pengeringan FPC ini menggunakan teknologi solar dryer  dengan penggunaan sinar matahari untuk memberikan hasil yang terbaik.

KUB Berkah Jaya Lestari kumpulan para petani yang mengikuti program Lada Lestari Lampung secara keanggotaan tergabung di dalam Komunitas Usaha Bersama Petani Koperasi Pemasaran Berkah Jaya Lestari. Koperasi Pemasaran ini sangat membantu para petani, karena dalam menjual hasil kebunnya menjadi lebih mudah dan terorganisir.

Hasil kebun yang dibeli tidak hanya hasil tanaman utama, namun juga tanaman penyelangnya (intercropping commodities) yang memiliki potensi pasar. Dengan berbasis petani, Koperasi KUB Berkah Jaya Lestari memiliki nilai lebih dari para offtaker karena memiliki kejelasan dalam asal sumber komoditas (traceability) yang sangat penting dalam dunia trading commodities.

Melalui adanya data traceability commodities ini, selain Koperasi jadi dapat mengetahui asal komoditas juga mengetahui timeline proyeksi panen antardaerah  penghasil komoditi sehingga strategi pembelian dan penjualan dapat lebih akurat.

Beragam program dan upaya dilakukan Provinsi Lampung itu, muaranya adalahh untuk mengembalikan lagi kejayaannya sebagai Provinsi Raja Rempah yang pernah terkenal di dunia, sebagai idaman dan impian yang ditargetkan segera menjadi kenyataan.

Oleh
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026