12 PDP sembuh di Kota Bogor

id Kasus COVID-19,Bima Arya,PDP sembuh

12 PDP sembuh di Kota Bogor

Pelaksanaan rapid test untuk mendeteksi virus corona di Kota Bogor (ANTARA/HO/Kota Bogor)

Bogor (ANTARA) - Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor yang telah selesai pengawasannya atau dinyatakan sembuh menjadi sebanyak 12 orang pada Minggu hari ini, yakni bertambah dua orang dibandingkan dua hari sebelumnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota Bogor untuk Siaga Corona, mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya, di Kota Bogor, Minggu.

Menurut Retno, panggilan Sri Nowo Retno, jumlah PDP di Kota Bogor secara keseluruhan pada Minggu hari ini bertambah tiga pasien menjadi 77 pasien, dari sehari sebelumnya yakni 74 pasien. Sedangkan pada Jumat (3/4) hingga Sabtu (4/4) bertambah delapan pasien dari 66 pasien menjadi 74 pasien.

Sedangkan, pasien yang meninggal dunia bertambah dua orang dari 15 pasien pada Jumat (3/4) menjadi 17 pasien pada Minggu hari ini. "Sebanyak 17 pasien yang meninggal dunia, sudah dilakukan tes swab dan sampelnya sudah dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan, tapi sampai saat ini masih menunggu hasilnya," kata Retno.

Menurut dia, dari sebanyak 77 PDP telah sehat 12 pasien dan telah meninggal dunia 17 pasien, sehingga dalam pengawasan di rumah sakit ada 48 pasien.

Kemudian, untuk kasus positif COVID-19 hingga Minggu hari ini belum ada yang dinyatakan selesai atau sembuh, meskipun Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan seorang pejabat Pemerintah Kota Bogor, AW, sudah menjalani perawatan di ruang isolasi selama 15 hari dan kondisinya tampak sehat.

Menurut Retno, kasus positif COVID-19 sampai Minggu hari ini jumlahnya 41 orang, yakni bertambah sembilan orang dari dua hari sebelumnya yakni Jumat (3/4) sebanyak 32 orang.

"Kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak tujuh kasus dan belum ada yang selesai, sehingga kasus COVID-19 yang masih dalam perawatan sebanyak 34 kasus," katanya.

Sementara itu, warga Kota Bogor yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya bertambah 43 orang lagi menjadi 763 orang, pada Minggu hari ini.



Sementara, jumlah ODP yang dinyatakan selesai pemantauan bertambah 60 orang menjadi 364 orang. "Jumlah ODP yang masih dalam pemantauan seluruhnya ada 399 orang," katanya.

Sementara itu, data pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam aplikasi PIKOBAR, hingga Minggu, 5 April 2020, pukul 17:13 WIB, menyebutkan, total kasus positif COVID-19 ada 247 kasus.

Dari jumlah tersebut, kasus positif COVID-19 meninggal dunia sebanyak 27 kasus, sembuh 12 kasus, serta 208 kasus positif lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP), jumlah keseluruhan hingga Rabu hari ini ada 1.361 kasus, dan dari jumlah tersebut 425 kasus dinyatakan sudah selesai pengawasan, serta 936 kasus masih dalam pengawasan.

Warga Jawa Barat berstatus orang dalam pemantauan (ODP) ada sebanyak 20.805, dan dari jumlah tersebut sebanyak 4.602 dinyatakan selesai pemantauan, sehingga dalam pemantauan ada 16.203. Sebagian dari orang berstatus ODP telah menjalani rapid test untuk mendeteksi virus corona di daerah masing-masing.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar