Logo Header Antaranews Lampung

Sulam usus di Festival Batik Lampung 2019

Kamis, 31 Oktober 2019 21:00 WIB
Image Print
Sejumlah siswi dan guru SMKN 5 Bandarlampung memamerkan produk taplak meja sulam usus khas Lampung, Bandarlampung, Kamis, 31/10/2019 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Siswa SMK Negeri 5 Bandarlampung memamerkan karya sulam usus dengan harga terjangkau di Festival Batik Lampung.

"Kami dari SMKN 5 Bandarlampung tidak hanya memamerkan hasil kreasi batik dalam kegiatan Festival Batik Lampung, namun juga memperkenalkan kepada masyarakat karya sulam usus khas Lampung dengan harga terjangkau bagi masyarakat, " ujar Yuliana salah seorang pengajar di SMKN 5 Bandarlampung, Kamis.

Menurutnya, produk sulam usus siswa SMKN 5 Bandarlampung dibawa ke Festival Batik Lampung sebagai ajang memperkenalkan kepada masyarakat bahwa sulam usus Lampung tidak semua dijual mahal.

"Selama ini masyarakat Lampung dan juga luar Lampung menganggap sulam usus Lampung mahal, sehingga kami mencoba mencari alternatif agar sulam usus tidak mahal dengan cara membuat sulam usus menjadi taplak meja, gaun dan berbagai benda lain dengan motif yang lebih simple, " ujarnya.

Menurut Yuliana, ide untuk mengkombinasikan sulam usus dengan berbagai kain, bentuk dan motif, terbersit ketika melihat masyarakat yang menginginkan produk sulam usus dengan harga terjangkau.

“Kami pernah ikut serta dalam sebuah pameran, dan melihat masyarakat ternyata terbagi atas dua jenis, ada yang menghargai sulam usus sebagai karya seni sehingga tidak mempermasalahkan harga, ada juga yang harus berpikir ulang untuk menjadikan sulam usus sebagai oleh-oleh sehingga keberatan dengan harga sulam usus yang mahal,” ujarnya.

Baca juga: Dekranasda kenalkan batik Sembagi sebagai batik khas Lampung

Sulam usus Lampung rata-rata dijual dengan harga mahal sebab, proses pembuatan sulam usus memerlukan ketelitian, ketekunan, karena pita harus di satukan menjadi sebuah motif dengan benang satu persatu hingga berbentuk layaknya kain renda.

“Ketelatenan sangatlah penting karena pembuatan sulam usus dilakukan dengan tangan, hingga membentuk pola yang berbentuk seperti renda dan rajutan,” ujarnya.

Menurutnya, produk sulam usus berbentuk taplak meja karya siswi SMK Negeri 5 di bandrol dengan harga Rp 150.000 sehingga cukup terjangkau bagi masyarakat.

“Produk sulam usus seperti kebaya kami jual Rp 1.500.000 karena pengerjaan pola yang rumit, akan tetapi bila dibuat menjadi bentuk gaun yang hanya sebagian saja menggunakan sulam usus dan sebagian lain menggunakan kain biasa harganya dapat menjadi lebih terjangkau, bila untuk buah tangan kami membuat produk sulam usus berbentuk taplak meja agar masyarakat luas mengenal kerajinan khas Lampung ini, ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026