
Din Syamsuddin ingin pendidikan watak dan akhlak diprioritaskan

Bandarlampung (ANTARA) -
Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menginginkan pendidikan watak dan akhlak anak bangsa harus diprioritaskan dan sejalan dengan pembangunan fisik ataupun infrastruktur yang digaungkan oleh pemerintah.
"Pendidikan watak ini harus menjadi agenda yang diutamakan di tengah runtuhnya akhlak bangsa serta gempuran era globalisasi, modernisasi, dan masuknya budaya luar," kata Din Syamsuddin, usai menghadiri Seminar Nasional Milad 1 Abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Bandarlampung, Senin.
Dia mengatakan, harus diakui bahwa watak bangsa ini tidak seutuhnya tegak hal ini tentunya akan menjadi kendala besar dalam kebangkitan dan kemajuan negara Indonesia.
Oleh karena itu, lanjutnya, apa yang digagas oleh pendiri bangsa ini Bung Karno yang menginginkan pembentukan negara dan pembentukan watak bangsa perlu sejalan dan menjadi perhatian utama.
Menurut dia, beberapa tahun terakhir bangsa ini sudah terjebak dalam pembangunan infrastruktur fisik dan ini tidak berjalan seiring dengan pembangunan nonfisiknya.
"Kita harus hargai itu karena telah memudahkan masyarakat tapi pembangunan nonfisik jangan pula dilupakan," kata dia.
Din Syamsuddin mengungkapkan apabila hal itu yang terjadi pembangunan infrastruktur yang sudah dibangun tidak ada gunanya jika di bawah anak bangsa terjerat dalam lingkup narkoba, korupsi dan kekerasan.
"Narkoba, kekerasan dan korupsi yang melanda masyarakat kita hanya bisa dijawab dengan pembangunan watak dan akhlak di dasar," katanya.
Din mengatakan bahwa Muhammadiyah sebagai pioner pendidikan nasional jauh sebelum kemerdekaan sebagaimana yang di pelopori oleh pendirinya K.H Ahmad Dahlan sangat mementingkan pendidikan watak dan akhlak bagi anak bangsa yang berdasarkan nilai-nilai Islam.
"Ini konsisten dilakukan oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah baik di tingkat atas maupun bawah," kata dia.
Dia mengharapkan, ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian yang seimbang dalam pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik yang tidak lain yakni pembentikan watak dan akhlak.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
