Pasien paling akhir Ebola akan dipulangkan ke Kongo

id Ebola,Uganda,DRC

Pasien paling akhir Ebola akan dipulangkan ke Kongo

FILE PHOTO: Seorang pekerja kesehatan Uganda bersiap untuk memberikan vaksin Ebola kepada seorang pria di desa Kirembo, dekat perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo di distrik Kasese, Uganda (16/6/2019). ANTARA/REUTERS/James Akena/aa

Kampala (ANTARA) - Uganda pada Jumat menyatakan seorang anak perempuan yang diperiksa positif tertular Ebola setelah menyeberangi perbatasan dari negara tetangganya, Republik Demokratik Kongo (DRC), akan dibawa kembali ke negerinya untuk pengobatan.

Penyakit pendarahan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.800 orang selama wabah satu tahun di DRC, dan menyulut kekhawatiran mengenai wabah itu merembes ke negara tetangganya.

Anak perempuan yang berusia sembilan tahun, asal Kong, diidentifikasi oleh satu tim pemeriksa di pos perbatasan Mpondwe saat ia berusaha menyeberang ke Uganda bersama ibunya pada 28 Agustus.



"Anak perempuan tersebut saat ini berada di ruang isolasi di ETU (Uni Perawatan Pasien Ebola). Namun, atas permintaan pemerintah DRC, ibu dan anak itu akan dipulangkan ke DRC untuk diberi perawatan di sana," kata Menteri Kesehatan Jane Ruth Aceng di Twitter pada Jumat, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Unit isolasi tersebut berada di Kabupaten Kasese, sekitar 470 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Uganda, Kampala.



Pada Juni, dua orang yang telah melakukan perjalanan dari Kongo meninggal di Uganda sementara orang ketiga yang merupakan bagian dari wilayah yang sama dan sedang mengunjungi keluarganya meninggal setelah ia dipulangkan. Ketiga orang itu telah diperiksa positif tertular Ebola.

Uganda telah dilanda banyak wabah Ebola pada masa lalu, tapi kehadiran laboratorium pemeriksaan virus yang didanai donor, Institute Penelitian Virus Uganda, dan mekanisme tanggap aktif telah menjamin jumlah korban sedikit.



Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar