Lima penderita baru Ebola ditemukan di Kongo Timur

id virus ebola,republik demokratik kongo,kongo timur

Seorang pekerja kesehatan mengenakan alat pelindung untuk melindungi dari infeksi virus Eboa di sebuah puskesmas di Bikoro, Republik Demokratik Kongo, 13 Mei 2018. (Foto: AP)

Kota Beni menjadi titik pusat baru penyakit itu
Kinshasab (Antara/Reuters) - Kementerian Kesehatan Kongo pada Sabtu melaporkan tambahan lima penderita Ebola di bagian timur Republik Demokratik Kongo, dengan menyalahkan peningkatan harian lebih tinggi dari normal atas ketahanan masyarakat terhadap upaya melawan penyakit itu.

Wabah saat ini di Provinsi Kivu Utara dan Ituri mencatat 140 penderita sejak Juli, 108 di antaranya meninggal, kata buletin harian kementerian itu, yang memiliki melaporkan rata-rata satu hingga dua penderita baru tercatat per hari dalam beberapa pekan belakangan.

Kementerian itu menyatakan lima penderita baru tersebut berada di pusat kawasan Beni, tempat serangan pemberontak terjadi dan ketidakpercayaan setempat atas upaya tanggap Ebola mengganggu perawatan dan vaksinasi.

"Kota Beni menjadi titik pusat baru penyakit itu, mencatat persentase tertinggi penderita, yang dilaporkan pada beberapa pekan belakangan sesudah perlawanan masyarakat tertentu," katanya dalam pernyataan.

Pertarungan melawan Ebola meningkat dalam beberapa tahun belakangan sejak ditemukan di dekat sungai Kongo pada 1976, tapi desas-desus, salah kabar dan pilihan untuk pengobatan tradisional menghambat perawatan selama wabah saat ini.

Pada pekan lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa wabah itu berada di titik bahaya karena ancaman keamanan, ketidakpercayaan masyarakat dan peningkatan penyebaran penyakit tersebut.

"Kami sangat prihatin pada kemungkinan virus itu menyebar ke Uganda, juga ke Rwanda, Sudan Selatan dan Burundi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar