Logo Header Antaranews Lampung

Australia larang ponsel buatan China karena takutkan penyadapan

Jumat, 24 Agustus 2018 08:36 WIB
Image Print
Huawei (China) memiliki pangsa pasar yang lebih besar daripada Apple ( Amerika Serikat )

Sydney (Antara/Reuters) - Australia melarang perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei Technoligies Co Ltd, memasok peralatan jaringan seluler 5G dengan alasan risiko campur tangan asing dan penyadapan.

Beijing kemudian merespons dengan menyebut kebijakan Australia sebagai "dalih" untuk membuat perusahaan China sulit bersaing.

Kebijakan yang diambil berdasarkan usulan dari badan-badan keamanan itu merupakan indikasi sikap Australia yang mengeras terhadap rekan dagang terbesarnya sendiri. Hubungan kedua negara memburuk sejak Canberra menuding China campur tangan dalam urusan dalam negeri Australia.

Sebelumnya, Amerika Serikat pernah melakukan hal sama dengan membatasi akses pasar Huawei dan ZTE Corp, yang juga berasal dari China, dengan alasan serupa.

Pada Kamis, pemerintah Australia menyatakan dalam siaran tertulis bahwa mereka memperluas regulasi keamanan nasional terhadap para pemasok peralatan teknologi komunikasi. Biasanya aturan itu hanya berlaku bagi perusahaan pengelola jaringan telekomunikasi.

Siaran itu tidak menyebut secara langsung nama Huawei, namun seorang sumber pemerintah mengatakan bahwa kebijakan ditujukan terhadap Huawei, untuk menghentikan keterlibatan perusahaan itu dalam penyediaan layanan jaringan internet.


Kantor Huawei di Australia pada hari yang sama langsung mengatakan bahwa kebijakan terbaru pemerintah "sangat mengecewakan para konsumen." Mereka juga membantah dengan keras telah dikendalikan oleh Beijing.

Sementara itu di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengaku "sangat prihatin", dan mendesak Australia untuk tidak "menggunakan berbagai macam dalih untuk memberlakukan pembatasan yang dibuat-buat."

"Kami mendesak pemerintah Australia untuk menanggalkan segala prasangka ideologis dan menciptakan pasar kompetitif yang adil bagi perusahaan-perusahaan China di Australia," kata Lu.

Undang-undang di China mewajibkan semua organisasi dan warganya untuk mendukung, membantu, dan bekerja sama dalam hal intelijen. Menurut beberapa analis, aturan tersebut membuat produk Huwaei berpotensi menjadi alat spionase.

Sebelumnya Australia sempat melarang Huwaei, yang merupakan produsen alat telekomunikasi terbesar di dunia, memasok peralatan jaringan fiber-optik.

Larangan baru terhadap produk jaringan seluler Huwaei muncul bersamaan dengan memburuknya hubungan kedua negara.




Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026