
WHO : Penyebaran ebola Kongo semakin berisiko tinggi

Jenewa (Antara/Reuters) - Wabah Ebola di kawasan timur Republik Demokratik Kongo diperkirakan menyebar sejauh 10Km dan membawa resiko tinggi mengingat letaknya yang dekat dengan perbatasan, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis.
Empat orang telah positif terjangkit Ebola di sekitar Mangina, kota kecil dengan penduduk 60.000 orang di Provinsi North Kivu, sekitar 100Km dari perbatasan Uganda, kata Kementerian Kesehatan setempat.
Selain itu 20 orang tewas akibat demam disertai pendarahan, yang mirip dengan gejala Ebola, pada dua pekan terakhir bulan Juli.
Kabar itu muncul hanya beberapa hari setelah wabah serupa, yang menewaskan 33 orang, di wilayah lain Kongo dinyatakan selesai.
"Sejauh yang bisa kami simpulkan, resikonya tinggi bagi Kongo, mengingat kedekatan wilayah ini dengan perbatasan, terutama Uganda," kata kepala departemen penanganan darurat WHO, Peter Salama.
Ebola dipercaya menyebar ke wilayah lain melalui kelelawar dan bisa menjangkiti daging hewan liar yang banyak dijual di pasar-pasar Kongo. Setelah menjangkiti manusia, virus itu kemudian menular melalui cairan tubuh.
Pada tahun 2013 sampai 2016 lalu, lebih dari 11.300 orang tewas akibat virus Ebola di kawasan Afrika Barat.
Kasus terbaru di Kongo adalah untuk ke-10 kalinya negara Afrika Tengah itu terjangkit Ebola sejak 1976, saat virus Ebola pertama kali ditemukan di sebuah sungai kawasan utara Kongo.
Penanganan Ebola pada Mei lalu dinilai sebagai kesuksesan besar meski menewaskan 33 orang. Saat itu pemerintah menggunakan vaksin buatan Merck yang bisa mengendalikan penyebaran virus yang telah sampai ke sebuah kota pelabuhan padat yang terhubung dengan ibu kota Kinshasa.
Namun wabah baru Ebola di kawasan timur membawa resiko lain, karena merupakan wilayah konflik pertanahan dan etnis. Lebih dari 1.000 warga sipil tewas oleh kelompok bersenjata dan tentara di Beni sejak 2014 lalu.
Para petugas di Mangina pada Kamis mulai menyosialisasikan resiko penyebaran virus di kota yang kabarnya tidak mempunyai ambulan tersebut.
Para petugas dikerahkan untuk mengingatkan warga tentang pentingnya kebersihan, sementara stasiun radio lokal menyampaikan pesan bagaimana bertindak, kata seorang jurnalis lokal yang dihubungi melalui telepon.
"Ada kepanikan luar biasa di antara warga lokal setelah terseiar kabar mengenai epidemi Ebola," kata seorang perawat lokal.
Sementara itu delegasi internasional dari PBB, Bank Dunia, dan WHO telah tiba di Beni, sekitar 30Km dari Mangina.
"Kami akan memberikan dukungan logistik dan keamanan," kata David Gressly, Deputi Perwakilan Khusus PBB untuk Kongo, kepada para wartawan di Beni.
(Uu.SYS/A/GM.N.Lintang/A/Chaidar)
Pewarta : Antara/Reuters
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
