Seknas Jokowi Lampung sikapi aksi terorisme

id seknas jokowi lampung, siti nur laila,ketua dpw seknas jokowi lampung

Seknas Jokowi Lampung saat konsolidasi di Kota Metro dipimpin langsung oleh SN Laila (Foto: Tim Seknas Jokowi Lampung)

Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang menggunakan cara-cara kekerasan untuk memaksakan kehendak dan keyakinannya
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Sekretaris Nasional Jokowi Lampung menyikapi aksi terorisme beberapa hari ini terjadi di Mako Brimob dan Surabaya, menilainya sebagai tindakan yang keji dan tak berperikemanusiaan sehingga pelakunya harus ditindak tegas.

Ketua Seknas Jokowi Lampung Siti Noor Laila, di Bandarlampung, Selasa (15/5), menyatakan bangsa Indonesia kembali berduka karena tindakan teroris yang biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut.

Kerusuhan yang dilakukan oleh tahanan teroris di Mako Brimob, Depok, dan pengeboman bunuh diri yang dilakukan pada beberapa tempat di Surabaya dan Sidoarjo, JawaTimur telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dari anggota kepolisian, anggota masyarakat dan anak-anak yang tidak berdosa.

Pengeboman ini dilakukan di luar batas kemanusiaan kita, dimana mereka melibatkan anak-anak yang tidak berdosa. Masa tumbuh kembang dan kebahagiaan anak-anak mereka renggut dan dijadikan tumbal kejahatan yang dilakukan oleh orang tuanya.

Bagi DPW Seknas Jokowi Lampung, kata mantan Komisioner Komnas HAM ini, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kedukaan kami atas semua peristiwa ini dan jatuh korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya.

"Duka yang mendalam dan doa tulus kami panjatkan, semoga korban yang meninggal diterima di tempat yang terbaik di sisi Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan. Kepada korban luka, semoga dapat ditolong dan dapat segera sehat kembali," katanya lagi.

Untuk menghadapi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh para teroris ini, Seknas Jokowi Lampung menyatakan mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan kelompok teroris di Mako Brimob, Surabaya, dan Sidoarjo.

Seknas Jokowi Lampung mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat keamanan dalam menindak kejahatan terorisme dan memberi perlindungan kepada masyarakat.

"Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang menggunakan cara-cara kekerasan untuk memaksakan kehendak dan keyakinannya," katanya pula.

Pihaknya meminta kepada seluruh sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk tidak mengajarkan dan atau memberi ruang kepada kelompok-kelompok faham radikalisme yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia tentang toleransi dan keberagaman.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan pengawasan secara ketat terhadap hal ini," ujarnya pula.

Seknas Jokowi Lampung juga mengingatkan pemerintah memberikan santunan kepada keluarga korban dan memberikan konseling untuk memulihkan korban dan keluarganya dari rasa trauma.

Pemerintah juga diminta menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban luka, baik secara fisik maupun psikisnya, dan memberikan bantuan kemandirian ekonomi bagi keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah utamanya;

Kami minta polisi tidak perlu ragu melakukan tindakan tegas kepada pelaku teroris, karena dapat mendasarkan pada kepentingan dan demi keamanan nasional, serta keselamatan publik dengan mempertimbangkan standar keperluan (necessity standard), proporsionalitas (proporsionality), dan tujuan yang sah (legitimate aim), ujar Laila lagi.

Pihaknya juga mendesak DPR-RI harus segera menyelesaikan dan mengesahkan revisi Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Kami sampaikan doa terbaik bagi petugas keamanan agar diberikan kekuatan untuk segera dapat mengatasi situasi keamanan dari segala bentuk teror," kata SN Laila pula.Budi Suyanto
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar