Rabu, 18 Oktober 2017

Perubahan gaya hidup tingkatkan risiko serangan jantung

id Studi, rokok, jantung, stroke
Perubahan gaya hidup tingkatkan risiko serangan jantung
Para ilmuwan menyebutkan rokok elektronik dapat menyebabkan kanker, meski bebas dari nikotin (Getty/mirror.co.uk)
Nairobi (Antara/Xinhua-OANA) - Kenya menghadapi peningkatan resiko penyakit jantung akibat perubahan gaya hidup, kata beberapa ahli kesehatan baru-baru ini.
        
Konsultan Bedah Umum dan Pembuluh Darah Dr. Hadeep Gill mengatakan dalam satu forum kesehatan di Nairobi bahwa ada angka prevalensi 10 persen mengenai Penyakit Pembuluh Darah Periferal (PVD) di kalangan masyarakat umum tapi angka tersebut naik jadi 20 persen buat orang yang berusia di atas 70 tahun.
        
"Kami mendorong makin banyak orang agar melakukan pemeriksaan medis dini mengingat peningkatan PVD," kata Gill selama Pertemuan Tingkat Tinggi Resolution Insurance Wellness.
        
PVD adalah penyakit gaya hidup, saat penimbunan endapan lemak di saluran darah menghalangi pasokan darah ke banyak daerah tubuh termasuk otot kaki.
        
Penyakit tersebut juga diketahui meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.
        
Gejala paling umum PVD ialah nyeri pada kaki ketika orang berjalan. Pasien dengna sejarah penyakit pembuluh darah, sakit jantung, tekanan darah tinggi dan perokok juga terancam menderita penyakit itu.
        
Konsultan bedah tersebut menyatakan kegiatan fisik dan olah raga penting untuk mencegah PVD, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
        
Merokok meningkatkan resiko PVD sampai dua hingga tiga kali lipat dan merokok memparah gejala dan pengendalian tekanan darah tinggi.
        
Gill mengatakan komplikasi akibat diabetes juga mengakibatkan penyakit jantung. Ia menambahkan kasus diabetes juga meningkat.
        
"Ini terutama terjadi akibat gaya hidup duduk terus-menerus, yang mengakibatkan berkurangnya kegiatan fisik," katanya.
        
Iamenyatan faktor resiko lain diabetes ialah peningkatan penyerapan makanan yang mengandung gula.
        
Diabetes tipe satu biasa diderita orang yang berusia di bawah 30 tahun, sedangkan diabetes jenis dua lebih umum ditemukan di kalangan meeka yang berusia di atas 30 tahun. Tak ada obat buat diabetes dan penyakit tersebut biasanya dikendalikan dengan mengkonsumsi obat.

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0121 seconds memory usage: 0.46 MB