Logo Header Antaranews Lampung

BPS: NTP Provinsi Lampung turun

Selasa, 4 Oktober 2016 21:51 WIB
Image Print
Ilustrasi petani padi (ist)
...NTP turun akibat beberapa komoditas mengalami penurunan harga, kecuali pada komoditas peternakan dan perikanan budi daya...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mengatakan bahwa nilai tukar petani daerah itu pada September 2016 secara gabungan turun 1,15 persen.

"NTP turun akibat beberapa komoditas mengalami penurunan harga, kecuali pada komoditas peternakan dan perikanan budi daya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan harga-harga yang mengalami penurunan, antara lain ketela pohon/ubi kayu, beberapa jenis sayuran, buah, dan tanaman obat, cengkih, lada, kakao, dan beberapa jenis ikan budi daya.

Beberapa subsektor mengalami penurunan NTP pada September 2016, kecuali subsektor peternakan dan perikanan tangkap.

Secara rinci, subsektor pertanian tanaman pangan mengalami penurunan NTP 1,35 persen, tanaman hortikultura 1,89 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,96 persen.

Subsektor peternakan naik 0,73 persen dan subsektor perikanan tangkap 0,58 persen, sedangkan subsektor perikanan budi daya turun 1,07 persen.

Yeane menjelaskan NTP Provinsi Lampung September 2016 untuk masing-masing subsektor tercatat 98,52 untuk padi dan palawija (NTP-P), 100,28 untuk hortikultura (NTP-H), 101,23, tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr), 116,60, peternakan (NTP-Pt), 107,92 perikanan tangkap, dan 95,13 untuk perikanan budidaya.

"Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 103,34," katanya.

Ia menjelaskan dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada September 2016, ada 22 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 12 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara dengan peningkatan 1,50 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Lampung yang turun 1,15 persen. (Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026