
Neraca perdagangan Lampung surplus

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juni 2016 surplus menyusul nilai ekspor pada bulan itu lebih tinggi dari impor.
"Neraca perdagangan Provinsi Lampung mengalami surplus setelah pada bulan-bulan sebelumnya mengalami defisit," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan, surplus pada Juni ini mencapai 24,48 juta dolar Amerika Serikat.
Menurut dia, neraca perdagangan Juni 2016 untuk kawasan Uni Eropa mengalami surplus sebesar 68,02 juta dolar. Neraca perdagangan yang mengalami defisit adalah Asean yaitu sebesar 25,95 juta dolar.
"Negara utama lainnya juga mengalami defisit sebesar 47,14 juta dolar," ujarnya.
Sementara nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2016 mencapai 222,77 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 37,18 juta dolar AS atau naik 20,04 persen dibandingkan Mei 2016.
"Ekspor Juni 2016 ini jika dibandingkan dengan Juni 2015 yang tercacat 302,39 juta, atau mengalami penurunan sebesar 79,63 juta atau turun 26,33 persen," kata Yeane pula.
Ia menyebutkan, lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Juni 2016, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh, rempah-rempah, ikan dan udang, olahan dari buah-buahan/sayuran serta daging dan ikan olahan.
Peningkatan ekspor Juni 2016 terjadi pada golongan barang utama lemak dan minyak hewan/nabati yang naik sebesar 12,46 persen, kopi, teh, rempah-rempah naik 81,81 persen, ikan dan udang naik 13,02 persen serta olahan dari buah-buhan/sayuran naik 2,79 persen.
Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung Juni 2016 mencapai 198,29 juta dolar Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 2,69 juta dolar atau naik 1,38 persen dibanding Mei 2016.
"Nilai tersebut lebih rendah 11,23 juta dolar atau 5,36 persen dibanding Juni 2015 yang tercatat 209,51 juta dolar," katanya.
Ia menyebutkan, peningkatan impor ini terjadi pada beberapa komoditas utama di antaranya binatang hidup naik 59,66 persen, ampas/sisa industri makanan naik sebesar 40,43 persen, pupuk naik 126,03 persen dan biji-bijian berminyak naik 206,27 persen.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan dari barang utama, yaitu mesin-mesin pesawat mekanik turun 40,16 persen. (Ant)
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
