Logo Header Antaranews Lampung

Pembahasan program kerja bakal alot di Musda Demokrat

Jumat, 26 Februari 2016 15:04 WIB
Image Print
M Ridho Ficardo (dok.istimewa)
Pada Musda DPD Partai Demokrat Lampung akan memilih ketua baru, namun seluruh kader melalui DPC meminta Mas Ridho untuk memimpin kembali.."

Bandarlampung, (ANTARA Lampung) - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Lampung
Fajrun Najah Ahmad memprediksikan pembahasan program kerja akan alot pada musyarawah daerah partai tersebut yang akan berlangsung Sabtu (27/2).

"Pada Musda DPD Partai Demokrat Lampung akan memilih ketua baru, namun seluruh kader melalui DPC meminta Mas Ridho untuk memimpin kembali. Artinya, masalah pemilihan ketua tidak akan ada hambatan. Namun, yang bakal ramai adalah pembahasan program kerja," kata dia, di Bandarlampung, Jumat.

Fajar, sapaan Fajrun Najah Ahmad menjelaskan, pada pembahasan program kerja tersebut diprediksikan ramai karena masing-masing DPC harus segera melaksanakan musyawarah cabang (muscab) sekaligus konsolidasi guna menghadapi pilkada di sejumlah kabupaten.

"Agenda partai tahun 2017 memaksimalkan pemilihan kepala daerah pada lima kabupaten, tahun 2018 jelas akan menghadapi Pilgub serta pilkada dua kabupaten. Untuk Pilgub, kami akan bekerja memenangkan Mas Ridho lagi," kata dia.

Pada tahun 2019, lanjut Fajar, jelas menghadapi pemilihan anggota legislatif sekaligus pemilihan presiden. "Kami terus bekerja untuk memenangkan pada pileg dan pilpres," katanya.

Fajar menjelaskan, kepengurusan mendatang bakal menghadapi kompetisi yang tidak ringan, sehingga dibutuhkan pemimpin yang memiliki kewibawaan, akomodatif dan komunikatif. "Maka semua kader secara aklamasi meminta Mas Rdho untuk memimpin kembali," kata dia.

Menyinggung alasan kader meminta M Ridho Ficardo yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Lampung itu, Fajar mengatakan ada beberapa pertimbangan yakni sejak Ridho menjadi
Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, ia memenuhi komitmen dengan mewujudkan kantor baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

"Memang belum semua memiliki bangunan kantor di tingkat cabang, namun sudah ada lahan tinggal didirikan bangunannya. Dengan memiliki kantor sendiri, meningkatkan kewibawaan partai ," katanya.

Alasan lainnya, Ridho merupakan sosok yang akomodatif dan taat aturan kepartaian dan memberikan peluang kepada kader potensial untuk maju ke sejumlah gelangan seperti pileg maupun pilkada.

"Beliau juga tidak segan meminta masukan dari bawah. Nanti semua disaringnya sebelum memutuskan," kata Fajar.

Pada pilkada serentak lalu, empat kader Partai Demokrat memenangi pemilihan serta satu dukungan pun menang. "Dua bupati yakni Pesawaran dan Waykanan adalah kader Demokrat, serta dua wakil yakni wakil bupati Lampung Timur dan wakil Wali Kota Bandarlampung pun kader Demokrat. Satu lagi dukungan Partai Demokrat yang memenangi pemilihan bupati yakni Bupati Lampung Tengah," katanya.



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026