Logo Header Antaranews Lampung

Populasi badak Sumatera turun 50 persen

Kamis, 7 Mei 2015 18:53 WIB
Image Print
Populasi badak Sumatera dalam 10 tahun terakhir menurun 50 persen, dari sekitar 160 ekor kini hanya 80 ekor".

Jakarta (ANTARA Lampung) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengungkapkan populasi badak Jawa dan badak Sumatera dalam keadaan kritis, populasi badak Sumatera dalam 10 tahun terakhir menurun 50 persen, dari sekitar 160 ekor kini hanya 80 ekor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tachrir Fathoni di Jakarta, Kamis menyatakan menurunnya populasi itu dipicu perburuan dan perdagangan khususnya cula, tulang, dan kulit.

Saat ini populasi badak Sumatera ada di empat titik, yakni Way Kambas, Bukit Barisan Selatan, Gunung Leuser, dan Kutai Barat.

Sebelumnya dalam Lokakarya Pengembangan Rencana Implementasi Konservasi Harimau dan Badak Sumatera, dia mengatakan, Indonesia memiliki dua dari lima jenis badak di dunia, yaitu badak Jawa dan badak Sumatera, dan badak Jawa hanya ada di Indonesia.

Ia melanjutkan data terakhir 2015 mencatat badak Jawa mencapai 57 ekor, atau meningkat dua kali lipat dari 25 ekor pada 1980.

"Namun, ini tetap mengkhawatirkan sebab badak Jawa hanya ada di satu populasi, yakni Semenanjung Ujung Kulon. Ada kekhawatiran terjadi penurunan kualitas genetik," katanya.

Kedua spesies badak ini pernah menjelajahi seluruh kawasan Asia Tenggara, tapi akhir-akhir ini dilaporkan bahwa Malaysia dan Vietnam telah kehilangan kedua spesies di negara mereka atau punah.

Terkait dengan itu, Fatoni mengungkapkan, strategi konsevasi badak di Indonesia mengutamakan terciptanya kondisi yang mendukung bagi kehidupan jangka panjang populasi badak Jawa dan badak Sumatera yang tersisa di alam Indonesia.

"Penyelamatan badak di Indonesia menuntut keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah namun juga swasta, LSM dan masyarakat," katanya.

Untuk itu, tahun ini pemerintah menetapkan target 100 unit Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) bisa difungsikan maksimal, karena dari 522 tempat konservasi seperti cagar alam dan taman nasional, hanya 50 unit yang terkelola sisanya tak terurus.

Nantinya, tak hanya badak Sumatra dan badak Jawa, harimau Sumatra serta satwa lain juga jadi perhatian kami," katanya.(Ant)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026