
BPS: Nilai Impor Lampung Turun

Sementara nilai impor Lampung selama Januari hingga Oktober 2014 sebesar 2,9 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 3,92 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu."
Bandarlampung, (ANTARA Lampung) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai impor Provinsi Lampung pada Oktober 2014 mencapai 230,9 juta dolar Amerika Serikat atau turun 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya,
"Sementara nilai impor Lampung selama Januari hingga Oktober 2014 sebesar 2,9 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 3,92 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Selasa.
Penurunan impor tertinggi, lanjutnya, terjadi pada minyak dan gas mencapai 95 juta dolar (43,02 persen). Penurunan juga terjadi pada tiga golongan utama dengan rincian ampas sisa industri makanan 7,4 juta dolar (30,79 persen), pupuk 1 juta dolar (9,71 persen), dan gandum-ganduman yang turun 0,2 juta dolar (2,43 persen).
Ia menjelaskan kenaikan terjadi pada dua golongan utama, yakni gula dan kembang gula yang naik 16 juta dolar (203,48 persen) dan biji-bijian berminyak naik 12 juta dolar (1.832 persen).
Sementara itu, menurut dia, andil impor migas terhadap total impor Provinsi Lampung di Oktober 2014 sangat tinggi yakni mencapai 54,48 persen. Kemudian diikuti lima golongan barang utama sebesar 30,79 persen.
Rinciannya gula dan kembang gula 10,32, ampas/sisa industri makanan 7,22 persen, biji-bijian berminyak 5,47 persen, gandum-ganduman 3,91 persen, dan pupuk 3,87 persen.
Negara pemasok barang impor terbesar pada Oktober 2014 kelompok negara utama berasal dari Singapura 45,1 juta dolar, Uni Emirat Arab 36,8 juta dolar, Saudi Arabia 36,8 juta dolar, Brazil 28,8 juta dolar, dan Amerika Serikat 15,6 juta dolar.
"Jika dilihat dari kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya mencapai 137 juta dolar, kemudian diikuti ASEAN 61,6 juta dolar, dan Uni Eropa sebesar 4,3 juta dolar," tambahnya.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
