Logo Header Antaranews Lampung

Unicef Pasok 3.000 Ton Melawan Ebola

Sabtu, 8 November 2014 19:26 WIB
Image Print
Seorang pasien yang awalnya terduga terjangkit virus Ebola dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dinyatakan negatif terjangkit virus tersebut. (ANTARA FOTO/Rudi Mulya)

PBB, New York (Antara/Xinhua-OANA) - Dana Anak PBB (UNICEF) pada Jumat (7/11) menyatakan di Markas PBB, New York, organisasi itu telah mengirim hampir 3.000 ton meter (MT) pasokan penyelamat nyawa dalam tiga bulan belakangan.

Pasokan tersebut meliputi alat perlindungan dan obat yang diperlukan untuk memerangi penyebaran virus Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone --tiga negara yang paling parah dilanda krisis Ebola di Afrika Barat.

Lembaga PBB tersebut termasuk di antara sumber terbesar pasokan dalam upaya reaksi Ebola.

Pasokan UNICEF --yang sudah setara dengan berat 250 bus kota-- akan terus dilakukan untuk meningkatkan kekuatan upaya guna menanggulangi dan mengalahkan virus itu, termasuk pembentukan instalasi tambahan guna merawat dan mengobati pasien, kata UNICEC di dalam satu siaran pers.

Banyak komponen alat perlindungan pribadi (PPE) yang digunakan oleh pekerja perawatan kesehatan yang menangani kasus dugaan Ebola atau yang dikonfirmasi dimaksudkan untuk satu kali penggunaan untuk menghindari pencemaran. Seorang pekerja kesehatan dapat menggunakan antara enam dan sembilan set peralatan per hari.

"Ini adalah kondisi darurat paling rumit yang pernah kami tanggapi, dan kegiatan itu telah memiliki kelincahan dalam penyediaan produk, rangkaian pasokan dan pengiriman layanan," kata Shanelle Hall, Direktur Operasi Logistik dan Pasokan Global UNICEF.

"Rantai pasokan harus luwes, dan memenuhi standard kualitas yang sangat tinggi," kata Hall, yang belum lama ini kembali dari Sierra Leone dan Liberia, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. "UNICEF bekerjasama dengan pemerintah, industri dan mitra untuk menetapkan seluruh rantai pasokan baru sehingga kami dapat mengirim puluhan produk baru ke lokasi baru penyediaan layanan."

Pekan depan, UNICEF dijadwalkan mengadakan konsultasi global dengan industri PPE guna menyediakan perkiraan global dan menyarankan pasukan global yang memadai. Lebih dari 15 pengusaha pabrik yang mewakili mayoritas besar kemampuan produksi global direncakan hadir, serta mitra penting termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dokter Tanpa Perbatasan (MSF), wakil dari Pemerintah Inggris dan AS serta tokoh lain, kata lembaga itu.

UNICEF telah mempertahankan arus tetap pengiriman melalui udara, dan lebih belakangan ini, pengiriman PPE melalui laut, obat dasar, peralatan medis, klorin pemutih serta sabun. Unicef juga menyediakan barang seperti tenda, ranjang dan kasur untuk mendukung pemerintah dalam mendirikan Pusat Perawatan Masyarakat yang baru, tempat pasien dengan gejala Ebola dapat ditampung secara terpisah dari keluarga mereka dan anggota masyarakat untuk mengurangi resiko penularan.

Di Guinea, misalnya, ambulans digunakan untuk mengangkut pasien dan korban yang meninggal akibat Ebola.

Di Liberia, pasokan UNICEF digunakan untuk mengobati pasien dan juga memulai kembali layanan kesehatan. Sejak awal wabah tersebut, ratusan ribu sarung tangan sekali pakai dan pasokan lain telah disediakan buat Kementerian Kesehatan. Klorin yang dipasok UNICEF juga digunakan di unit perawatan pasien Ebola.

Di Sierra Leone, peralatan perlindungan termasuk penutup tubuh, pakaian, sarung tangan dan kacamata, ditambah pasokan obat dasar dan klorin disalurkan ke pusat perawatan pasien Ebola, pusat penampungan, rumah sakit dan unit kesehatan primer, melalui Toko Obat Sentral Pemerintah Sierra Leone.

Peralatan perlindungan dan obat, selain tenda, ranjang dan kasur, digunakan di Pusat Masyarakat bagi Perawatan Ebola yang baru dan dibangun oleh UNICEF buat Kementerian Kesehatan dan Kebersihan, tambahnya.

Penerjemah : A. Rachma



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026