
Dahlan Iskan Hadiahkan Kaus Evan Dimas

Saya menggelar lomba goyang cesar khusus buat pemuda. Yang menang mendapatkan kaus Ivan Dimas yang saya kenakan."
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan kaus kapten Timnas U-19 Evan Dimas kepada Ramdani siswa SMA Negeri 8 Bandarlampung pemenang "Goyang Cesar" pada acara senam bersama di lapangan Saburai Enggal Bandarlampung, Jumat.
Sebelum acara pamungkas goyang cesar ribuan warga Kota Bandarlampung termasuk pelajar sekolah mengikuti senam ala 'Dahlan Iskan Style'.
"Saya menggelar lomba goyang cesar khusus buat pemuda. Yang menang mendapatkan kaus Evan Dimas yang saya kenakan," kata dia.
Puluhan pelajar langsung menuju panggung untuk mengikuti kompetisi goyang cesar yang saat ini menjadi 'trend' joget dangdut.
Panitia hanya membatasi sepuluh orang untuk mengikuti kompetisi goyang cesar dan Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko ditunjuk sebagai juri oleh Menteri BUMN itu.
Setelah musik dimulai serentak 10 orang yang terpilih yang semua berasal dari siswa SMA itu berjoget casar bersama Dahlan Iskan.
Peserta joget dan penonton lainnya sorak sorai memberi dukungan kepada masing-masing jagoannya.
Akhirnya Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko memilih Ramdani siswa kelas 3 dari SMA Negeri 8 Bandarlampung.
Dahlan Iskan langsung mencopot kaus yang dikenakannya dan langsung memberikannya kepada Ramdani.
Selain Ramdani, Menteri BUMN itu juga memberikan hadiha berupa uang kepada pemenang goyang cesar lainnya.
Giliran ibu-ibu bergoyang ala goyang cesar dan pemenangnya mendapatkan uang senilai Rp1 juta, sedangkan peserta lainnya masing-masing mendapatkan Rp250 ribu.
Dahlan Iskan juga memberikan uang kepada dua peserta lainnya yang dinilai mampu membius penonton dengan goyangan ala goyang cesar masing-masing senilai Rp500 ribu.
Salah satu peserta yang mendapatkan uang masih dengan menggendong anaknya turut bergoyang cesar.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
