Logo Header Antaranews Lampung

BNN Ayo ke Waykanan !

Kamis, 25 April 2013 10:37 WIB
Image Print

Waykanan, Lampung (ANTARA LAMPUNG) - Badan Narkotika Nasional (BNN) perlu turun ke Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung sehubungan peredaran narkoba di daerah tersebut ditengarai sejumlah aktivis dan masyarakat cukup marak.

"Setelah peristiwa pemerkosaan pelajar terindikasi menggunakan narkoba, ada oknum kepala kampung dan Satpol PP tertangkap menggunakan narkoba," ujar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Waykanan Lampung, Yoni Aliestiadi, di BlambanganUmpu, Kamis (25/4).

Hal itu, demikian Yoni, menandakan barang haram tersebut ada, beredar di daerah yang Dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014, merupakan satu dari 183 kabupaten dikategorikan sebagai daerah tertinggal di Indonesia.

Dia menambahkan, pihak-pihak berkompeten seperti BNN, perlu mempunyai kepanjangan tangan di daerah itu.

"Perlu tindakan masif dan kontinu serta melibatkan berbagai pihak untuk perang terhadap narkoba," katanya.

Pada Jumat (19/4) Kepolisian Resor Waykanan menangkap M (48), kepala kampung di Kecamatan Blambangan Umpu, lalu JE, (34) anggota Satpol PP Waykanan, dan HS (28),warga Kecamatan Blambangan Umpu yang kedapatan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Keluarga YO (16), pelajar diduga menjadi korban perkosaan oleh empat pria, terdiri dari oknum PNS dan honorer Pemerintah Kabupaten Waykanan, pada Selasa (9/4) sekitar pukul 21.00 WIB, menyatakan korban dipaksa pelaku untuk memakai narkoba yang dibakar.

Sekretaris GP Ansor setempat, Syahrul Munir, sepaham dengan Yoni dan mengatakan kampanye menyebarluaskan ancaman bahaya narkoba perlu digencarkan.

Selain di sekolah, juga harus diserukan di berbagai tempat, seperti rumah ibadah, sarana publik, dan lingkungan warga masing-masing.

Karena itu, ujar dia lagi, semua pihak harus mempunyai tanggung jawab menanggulangi peredaran narkoba sebelum berdampak lebih buruk bagi kehidupan anak-anak dan masyarakat setempat mengingat sampai sekarang Waykanan belum memiliki Badan Narkotika Kabupaten.

"Secara prinsip kami siap dilibatkan untuk perang melawan narkoba," kata Syahrul.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026