Sedikit makan daging, risiko stroke berkurang

id stroke

Sedikit makan daging, risiko stroke berkurang

Ilustrasi daging merah (ANTARA/Shutterstock)

Bandarlampung (ANTARA) - Berbeda dengan makanan berprotein tinggi yang menyehatkan, tidak semua protein sama  -mengkonsumsi banyak daging merah dapat meningkatkan risiko terkena stroke sementara daging unggas dapat menurunkannya-- , demikian menurut penelitian di Amerika Serikat yang dikutip Reuters.

        
"Inti dari penelitian ini adalah jenis protein atau paket protein sangat berpengaruh bagi risiko stroke," kata Frank Hu dari Sekolah Kesehatan Umum Harvard dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal stroke.
        
"Kita harus menganggap protein dalam konteks makanan."

Hu dan tim peneliti mengumpulkan data dari dua survei kesehatan yang luas dan menelusuri hampir 130.000 laki-laki dan perempuan dengan rentang usia sekitar umur menengah hingga senior dan orang-orang yang lebih tua dari mereka.
        
Menurut penelitian yang dilakukan lebih dari 20 tahunan, hampir sebanyak 1.400 laki-laki dan lebih dari 2.600 perempuan terkena stroke.
         
Untuk mengetahui apa pengaruh jenis makanan berprotein yang berbeda terhadap risiko kanker, para peneliti membagi orang dalam penelitian berdasarkan berapa banyak daging merah, unggas, ikan, makanan mengandung susu dan sumber protein lainnya yang mereka makan setiap hari.
         
Laki-laki yang makan lebih dari dua porsi daging merah setiap hari, yang sebenarnya berada di batas atas dari pemakan daging, memiliki 28 persen peningkatan risiko stroke dibanding dengan laki-laki yang rata-rata makan sepertiga dari porsi daging merah setiap hari, batas rendah pemakan daging.
        
Perempuan yang makan hampir dua porsi daging merah setiap hari memiliki peningkatan risiko stroke 19 persen lebih tinggi daripada wanita yang makan kurang dari setengah porsi setiap hari.
        
Mengganti salah satu porsi hidangan dengan daging unggas dapat menurunkan risiko stroke 27 persen, menggantinya dengan kacang atau ikan diperkirakan menurunan 17 persen, dan mengganti dengan susu dapat menurunkan risiko hampir 10 hingga 11 persen.
        
Seporsi daging merah dianggap sebanyak 113 hingga 170 gram (empat hingga enam ons) daging sapi, atau satu iris daging hamburger. Seporsi daging unggas dianggap sebanyak 113 gram.
        
Orang yang makan daging ayam atau kalkun setiap hari, menyajikan setengah porsi untuk wanita dan tiga-perempat porsi untuk laki-laki, telah mengurangi risiko stroke sebanyak 13 persen dibandingkan dengan orang-orang yang makan hampir tidak lebih dari satu porsi sehari.
        
Peneliti tidak membuktikan bahwa daging sapi adalah penyebab  peningkatan jumlah penyakit stroke, namun Adam Bernstein, penulis utama dari penelitian tersebut, mengatakan lemak dan zat besi dalam daging merah memainkan peran.
        
Studi sebelumnya yang dipimpin oleh Susanna Larsson di Institut Karolinska Stockholm, Swedia, juga menemukan bahwa makan daging merah memiliki hubungan dengan risiko terkena stroke.
        
"Saya tidak berpikir bahwa daging unggas telah dianggap sebagai sumber protein yang mungkin menurunkan resiko serangan stroke. Ini hal baru," Larsson mengatakan kepada Reuters Health dalam email.     Salah satu kejutan adalah bahwa ikan tampaknya tidak menawarkan perlindungan terhadap stroke, meskipun Bernstein mengatakan hal itu mungkin tergantung pada bagaimana ikan tersebut disajikan.
        
"Ada banyak variasi dalam cara orang memasak dan mempersiapkan ikan, dan kita tidak bisa meneliti sampai ke tingkat itu," katanya.