
Gubernur Lampung: Kehadiran Cassava Center jadi upaya hadirkan bibit unggul singkong

Metode budidaya yang dikembangkan di Cassava Center tersebut lebih modern, ini dilakukan agar produktivitas petani dapat meningkat
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa kehadiran Cassava Center sebagai pusat penelitian dan pengembangan dapat menjadi upaya untuk menghadirkan bibit unggul ubi kayu lokal Lampung.
"Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong adanya peningkatan produktivitas melalui pengembangan Cassava Center yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan singkong di Provinsi Lampung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan, melalui program tersebut, pemerintah bersama pelaku industri serta perguruan tinggi berupaya menghadirkan bibit unggul ubi kayu lokal.
"Metode budidaya yang dikembangkan di Cassava Center tersebut lebih modern, ini dilakukan agar produktivitas petani dapat meningkat," katanya.
Gubernur menjelaskan kehadiran pusat penelitian dan pengembangan budidaya singkong ini penting karena Provinsi Lampung memiliki potensi besar di sektor ubi kayu dan industri tapioka. Saat ini, sekitar 70 persen industri tapioka nasional berada di Provinsi Lampung.
"Lampung adalah daerah yang sangat kaya, salah satunya dari komoditas ubi kayu. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha," ucap dia.
Ia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan produktivitas singkong agar sektor tersebut tetap menjadi kekuatan ekonomi daerah.
"Kita harus jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Ubi kayu dan tapioka adalah kebanggaan Provinsi Lampung. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka perekonomian Lampung juga akan semakin kuat," tambahnya.
Menurut dia, dalam setahun terakhir, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan kebijakan untuk mendukung keseimbangan antara kepentingan petani dan industri. Salah satunya melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam peraturan gubernur.
"Para pelaku industri tapioka telah mendukung kebijakan tersebut. Keberhasilan itu menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kepentingan usaha, petani, dan pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan agar tercipta ekosistem yang baik," ujar dia.
Baca juga: Rektor Itera: Singkong punya nilai ekonomis jika dikelola dengan optimal
Baca juga: Lampung apresiasi perusahaan yang patuhi Pergub tata kelola singkong
Baca juga: Lampung jadi lokasi sentra singkong nasional untuk dukung hilirisasi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
