Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Lada Hitam Stabil

Senin, 21 November 2011 08:42 WIB
Image Print
Pasokan lada hitam dan lada putih lancar (Foto ANTARA/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Permintaan dan pasokan lada hitam di Kota Bandarlampung memasuki pekan ketiga bulan November 2011 masih seimbang dan stabil sehingga harga komoditas bumbu dapur itu bertahan tinggi.

Berdasarkan pantauan ANTARA, di sejumlah pasar tradisional Kota Bandarlampung, Senin, harga komoditas tersebut berlisar Rp50 ribu-Rp55 ribu/kilogram.

"Harga lada di lada untuk pekan ini masih sama seperti pekan sebelumnya," ujar Taufik H, salah seorang padagang di pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung.

Ia mengatakan, hampir di semua pasar harga lada hitam bertahan tinggi karena permintaan dan pasokannya masih stabil.

Sunarto, pengumpul lada dari Kelurahan Umbul Kunci, Kecamatan Telukbetung Barat mengatakan kisaran harga di sejumlah pasar tersebut termasuk bagus.

"Sebenarnya kalau untuk mutu komoditas ini kurang bagus, namun karena pasokan yang sedikit membuat harga lada hitam masih bertahan tinggi," ujarnya menjelaskan.

Mengenai hasil panen yang ia dapatkan, petani lada di kota itu, Wasro, mengatakan berkurang akibat anomali cuaca di tahun lalu.

"Hasil panen lada tahun ini memang menurun signifikan, namun semoga tahun depan bisa membaik," kata dia.

Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah penghasil lada, dengan area perkebunan seluas 64,073 Ha, yang semuanya milik rakyat, dan berpotensi menghasilkan lada sekitar 23.000 ton lebih.

Daerah penghasil lada terbesar di Lampung adalah Kabupaten Lampung Timur dengan luas areal pengembangan mencapai 12.505 Ha dengan jumlah produksi hingga 13.000 ton lada kering.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026