Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi mengatakan bahwa sebanyak 29 galeri investasi di daerahnya telah beroperasi menjadi pusat edukasi dan pusat informasi pasar modal di provinsi tersebut.
"Untuk pengembangan pasar modal di Lampung, kami bersama berbagai pihak membuat juga galeri investasi di berbagai lokasi sebagai pusat edukasi serta pusat informasi," ujar Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan saat ini di Provinsi Lampung total ada 29 galeri investasi yang tersebar di perguruan tinggi, kantor pemerintah kota/kabupaten, dan sejumlah desa, serta ada khusus galeri edukasi.
Untuk galeri investasi BEI di perguruan tinggi berjumlah 15 unit yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, dandan untuk galeri investasi yang ada di kantor pemerintah kota serta kabupaten ada dua unit yakni ada di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur.
"Dalam waktu dekat akan bertambah satu lagi galeri investasi di Kantor Pemerintah Kota Bandarlampung," katanya.
Dia menjelaskan untuk galeri investasi BEI yang ada di desa berjumlah delapan unit, yang tersebar di berbagai desa di Provinsi Lampung.
"Yang cukup menarik di Lampung ini memiliki galeri investasi di desa, saat ini jumlahnya ada delapan unit," ujarnya.
Awal terbentuk galeri investasi di desa, ada di Desa Sidorejo Kabupaten Lampung Selatan dengan transaksi sampai Rp30 miliar. Galeri investasi di desa ini terbentuk dengan kerja sama bersama OJK dalam rangka memberantas investasi bodong yang mengakibatkan banyak korban dari warga desa.
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah mengedukasi masyarakat desa untuk melakukan investasi jangka panjang, sembari memperkenalkan berbagai jenis investasi di pasar modal di berbagai desa lainnya.
"Selain itu ada juga galeri investasi pasar modal yang khusus untuk melakukan edukasi di Provinsi Lampung sebanyak empat unit. Diharapkan galeri investasi ini makin bertambah, hingga akhir tahun 2026 ini," tambahnya.