
Lampung Selatan bekali pelaku IKM keterampilan AI tingkatkan daya saing

Melalui kegiatan itu, kami ingin meningkatkan daya saing IKM agar lebih inovatif
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) membekali para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna meningkatkan daya saing dan memperluas pemasaran produk lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Lamsel Rahmat Hadi Wijaya di Kalianda, Selasa, mengatakan pihaknya terus mendorong transformasi digital bagi pelaku IKM.
Langkah tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kemasan dan Promosi Produk berbasis AI yang digelar di Kalianda, Senin (18/5).
"Melalui kegiatan itu, kami ingin meningkatkan daya saing IKM agar lebih inovatif. Peserta diberikan keterampilan langsung menggunakan teknologi AI, sehingga nantinya mampu menerapkan promosi yang efektif sekaligus proteksi terhadap produknya,” ujarnya.
Menurut Rahmat, penggunaan AI menjadi peluang besar bagi pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing produk, mulai dari desain kemasan, strategi promosi digital, hingga perlindungan produk agar lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini peserta bisa membuat desain kemasan dan promosi berbasis AI secara mandiri.
Selain penguatan digitalisasi, Rahmat juga menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk IKM dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pasar.
Dirinya menilai tantangan ke depan akan semakin berat seiring meningkatnya kompetisi antarwilayah, baik di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan Tri Umaryani, meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut secara maksimal agar mampu membawa produk-produk lokal menembus pasar yang lebih luas.
"Sekarang semua orang punya smartphone. Mari gunakan itu secara produktif. Manfaatkan teknologi AI di zaman sekarang. IKM kalau mau tumbuh dan berkembang harus lincah, serta konsisten mengunggah konten-konten yang bermanfaat untuk produknya," kata Tri.
Dia juga mengajak para pelaku IKM untuk mulai mengubah pola pikir dalam menjalankan usaha, dari sekadar bersaing menjadi membangun kolaborasi.
"Jangan berpikir bahwa sesama IKM di Lampung Selatan adalah kompetitor. Sekarang zamannya berkolaborasi, bukan lagi berkompetisi sendirian. Dengan berkolaborasi, kita bisa maju bersama-sama membawa nama daerah," ujar dia.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
