Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta agar pelaksanaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat lebih fleksibel untuk mengurangi antrean kendaraan.

"Jadi kami hari ini sudah meminta bantuan kepada pihak terkait agar distribusi BBM ke SPBU bisa lebih fleksibel. Kuota tetap ada tapi harus disesuaikan dengan permintaan di masing-masing daerah," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan antrean kendaraan saat ini terjadi karena adanya kemacetan distribusi. Penyebabnya adalah SPBU yang selama ini kuotanya sudah habis, maka SPBU tersebut tidak lagi memperoleh tambahan pasokan

"Antrean kendaraan yang ingin mengisi BBM di SPBU ini terjadi karena kemacetan distribusi. Jadi setiap SPBU itu memiliki kuota masing-masing, dan ada yang kuotanya sudah habis, ada yang belum habis," ujarnya.

Oleh karena itu, kedepannya, bila ada SPBU yang sudah kehabisan kuota, dan terjadi penumpukan kendaraan karena ada permintaan yang cukup tinggi, maka bisa dilaksanakan tambahan distribusi.

"Jadi fleksibilitas kuota antar SPBU itu harus benar-benar terlaksana untuk memperbaiki tata kelola distribusinya dan mencegah adanya antrean kendaraan yang panjang di SPBU," ucap dia.

Pemerintah daerah, lanjut dia, juga telah berkoordinasi dengan Pertamina dan BPMIGAS untuk membantu pemenuhan konsumsi BBM dan LPG masyarakat di Provinsi Lampung.

"Termasuk ke depan juga kami sudah memberikan masukan kepada Pertamina dan pihak terkait agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan agar lebih inovatif lagi dalam melaksanakan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram," tambahnya.

Saat ini, realisasi pemanfaatan biosolar di Lampung sudah mencapai 89,91 persen dari kuota 790.765 kiloliter. Pemanfaatan biosolar per harinya dapat mencapai 2.100 kiloliter dan terdapat usulan peningkatan pasokan hingga 2.450 kiloliter.

Sedangkan, realisasi Pertalite di Lampung selama 2025 telah mencapai 80,57 persen dari kuota 748.883 kiloliter. Dengan demikian masih tersisa 15 persen yang belum terealisasi sampai akhir tahun.

Untuk LPG 3 kilogram, saat ini sudah teralokasi sebanyak 98,9 persen atau tinggal sedikit lagi untuk memenuhi kuota 217.836 Mega Pascal (MPa).

Baca juga: Pemprov Lampung pastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG pada akhir tahun

Baca juga: Pertamina: SPBU di Lampung peroleh tambahan distribusi BBM

Baca juga: Pertamina dan DPR pastikan distribusi BBM Lampung berjalan optimal