Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan adanya pelaksanaan program magang kerja ke Jepang yang dilaksanakan Jaya Suara Lampung (JSL) dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
"Jaya Suara Lampung sebagai sebuah organisasi sosial yang aktif bergerak di bidang seni budaya dan pendidikan, memiliki peran sangat strategis dan penting dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya Lampung. Sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah melalui program magang kerja," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan program magang ke Jepang tersebut membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga, baik dari sisi keterampilan kerja maupun wawasan budaya.
"Pengalaman magang di Jepang akan menjadi modal penting untuk membekali para peserta menghadapi tantangan global ke depan," kata dia.
Bobby menjelaskan program magang kerja ke Jepang tersebut tidak hanya akan meningkatkan kompetensi individu peserta, tetapi juga membawa manfaat bagi kemajuan Provinsi Lampung secara keseluruhan.
"Untuk program magang ke Jepang, semoga berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi generasi muda kita," ucap dia.
Pendiri organisasi sosial Jaya Suara Lampung Edarwan mengatakan program magang ke Jepang tersebut dirancang khusus untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi generasi muda Lampung yang berusia 19-25 tahun.
Melalui program ini, bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di Lampung melalui kegiatan ekonomi dan menyiapkan lapangan kerja untuk generasi muda Lampung.
"Kerja sama strategis ini diharapkan dapat menjadi pondasi yang kuat dalam merealisasikan pengiriman tenaga magang pertama Lampung ke Jepang," tambahnya.
Baca juga: Menteri P2MI sebut Desa Migran Emas dapat cegah PMI non prosedural
Baca juga: Polda Lampung berkomitmen lindungi warga dari upaya TPPO
Baca juga: Menteri P2MI dorong Unila mengedukasi PMI agar berangkat secara prosedural