Logo Header Antaranews Lampung

Wagub Lampung minta Program Kelas Migran Vokasi dilaksanakan pada 2026

Jumat, 3 April 2026 10:06 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat memimpin rapat persiapan Program Kelas Migran Vokasi di Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela meminta agar Program Kelas Migran Vokasi tahun ini segera dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan kerja sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya.

Program ini harus dilaksanakan tahun ini, dan harus ada pemberangkatan dari peserta yang sudah dilatih. Seluruh pihak harus mengawal ini secara intensif dari proses pelatihan hingga penempatan kerja," ujar Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan melalui program tersebut diharapkan akan banyak generasi muda Lampung yang memiliki keterampilan unggul dan mampu bersaing di pasar kerja internasional. Sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.

"Jika ada kendala, segera dikoordinasikan. Jangan sampai saat mendekati waktu pemberangkatan justru muncul ketidaksiapan yang menghambat program ini. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana," katanya.

Dia menjelaskan Program Kelas Migran Vokasi dirancang untuk melahirkan generasi pekerja migran yang profesional, terampil, dan berdaya saing global.

Pada tahun ini, program tersebut ditargetkan dapat diikuti oleh 7.855 siswa SMA dan SMK dengan dukungan 93 pengajar.

"Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) di daerah guna mengawali proses pelatihan hingga penempatan kerja. LPK juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung program ini dengan membagi skema pelatihan ke dalam dua klaster, yakni jalur magang dan jalur kerja," tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri. Selain itu, akan dilakukan proses penyaringan terhadap minat dan potensi siswa agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung menyampaikan ada 475 peluang kerja di Jepang saat ini dengan permintaan mayoritas di bidang Food and Beverage (F&B) dan perhotelan sebanyak 229 lowongan, kesehatan dan caregiver 80 lowongan, agrikultur dan perikanan 72 lowongan, logistik dan jasa 58 lowongan, serta manufaktur dan konstruksi 39 lowongan.

Selain itu, tren intensitas tenaga kerja ke Jepang saat ini semakin mengarah pada sistem berbasis keahlian atau rekrutmen berbasis keterampilan, dimana faktor gender tidak lagi menjadi batasan utama dalam sebagian besar lowongan yang tersedia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026