Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Dedek Prayudi menilai paket stimulus pemerintah menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen pada triwulan II tahun 2025.
Adapun paket stimulus ekonomi tersebut digulirkan dalam lima kelompok kebijakan, dengan sasaran utama sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif tol.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (5/8) melaporkan, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy), didorong terutama oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Konsumsi rumah tangga menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 54,25 persen.
Sektor ini juga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan andil sebesar 2,64 persen dari total 5,12 persen pertumbuhan ekonomi nasional.
"Angkanya sudah dikalkulasi dengan baik, angkanya juga sudah kami bedah komponen demi komponen, angkanya juga kemudian kami pastikan tally dengan data lain yang terkait. Semuanya baik. Jadi 5,12 persen itulah realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Dedek.
Meski demikian, Dedek mengatakan, berbagai prediksi dan proyeksi yang mungkin tidak sama dengan realisasi atau data yang dirilis BPS, adalah hal yang lazim.
"Itu sah-sah saja. Dan ini enggak pertama kali yang namanya outlook atau proyeksi itu tidak sama dengan realisasi seperti misalnya di tahun 2023," ujarnya.
"Ini adalah hal yang biasa ya, karena proyeksi itu dia melihat baseline, melihat konteks, dan kemudian dicampur dengan rencana pemerintah. Nah, kalau realisasi, sudah mengikutkan implementasinya kemudian," imbuhnya.
Sementara itu, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II-2025 mencapai Rp5.947,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.396,3 triliun. Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 4,04 persen.
"Ini thanks to stimulus pemerintah yang angkanya Rp24,4 triliun, yang kita gelontorkan untuk disposable income atau pemasukan yang untuk mendorong konsumsi masyarakat," kata Dedek saat ditemui di Jakarta, Rabu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PCO: Stimulus pemerintah pacu pertumbuhan ekonomi 5,12 persen
Stimulus pacu pertumbuhan ekonomi 5,12 persen di triwulan II-2025
Rabu, 6 Agustus 2025 20:25 WIB
Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Dedek Prayudi saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Satyagraha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Terpopuler - Info Finansial/Bursa
Lihat Juga
DJBC catat penerimaan kepabeanan dan cukai Lampung Rp1,76 triliun di triwulan III
01 November 2025 18:05 WIB