Mahfud: Dana abadi pesantren akan biayai program gaji untuk guru ngaji
Minggu, 14 Januari 2024 6:17 WIB
Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md (tengah) saat berada di Jatim International Expo (JIE), Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2024). (ANTARA/Rio Feisal)
Kota Surabaya, Jatim (ANTARA) - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3 Mahfud Md mengatakan anggaran program menggaji guru ngaji yang diusung oleh dirinya bersama Calon Presiden Ganjar Pranowo berasal dari dana abadi pengembangan pesantren.
"Ada yang berkata, 'Pak, dari mana duitnya?' Saudara, kita punya dana abadi untuk pengembangan pesantren dan lain-lain. Itu jumlahnya Rp138 triliun. Iya, Rp138 triliun," kata Mahfud di Jatim International Expo (JIE), Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Mahfud kemudian menjelaskan dana abadi tersebut akan dikelola oleh pihaknya bila ia terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
"Tahu tidak Rp1 triliun itu berapa? Rp1 triliun itu Rp1.000 miliar. Rp1 miliar itu berapa? Rp1.000 juta. Nah itu, jadi kita punya dana tinggal kita mengelola dan membuat kebijakan untuk penggunaan dana itu. Insyaallah," ujarnya.
Mahfud juga mengatakan saat ini tidak ada yang memikirkan nasib dan kesejahteraan guru, termasuk guru ngaji. Padahal, para guru sudah berbakti ikut membangun negara dengan mencetak kader-kader bangsa yang hebat-hebat dalam memimpin.
"Oleh sebab itu, kalau nanti Allah menakdirkan, dan saudara tentu saja mendukung, Pak Ganjar jadi presiden, saya jadi wakil presiden, saya punya program untuk guru," kata Mahfud menjanjikan program guru ngaji mendapat gaji.
Mahfud menekankan program tersebut akan menjamin atau meningkatkan kesejahteraan guru ngaji di seluruh wilayah Indonesia.
"Guru-guru madrasah yang gajinya tidak jelas, guru-guru ngaji yang gajinya tidak pernah ada, nanti ada yang ngurus. Itu nanti akan disediakan gaji yang bisa menjamin atau meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.
"Ada yang berkata, 'Pak, dari mana duitnya?' Saudara, kita punya dana abadi untuk pengembangan pesantren dan lain-lain. Itu jumlahnya Rp138 triliun. Iya, Rp138 triliun," kata Mahfud di Jatim International Expo (JIE), Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Mahfud kemudian menjelaskan dana abadi tersebut akan dikelola oleh pihaknya bila ia terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
"Tahu tidak Rp1 triliun itu berapa? Rp1 triliun itu Rp1.000 miliar. Rp1 miliar itu berapa? Rp1.000 juta. Nah itu, jadi kita punya dana tinggal kita mengelola dan membuat kebijakan untuk penggunaan dana itu. Insyaallah," ujarnya.
Mahfud juga mengatakan saat ini tidak ada yang memikirkan nasib dan kesejahteraan guru, termasuk guru ngaji. Padahal, para guru sudah berbakti ikut membangun negara dengan mencetak kader-kader bangsa yang hebat-hebat dalam memimpin.
"Oleh sebab itu, kalau nanti Allah menakdirkan, dan saudara tentu saja mendukung, Pak Ganjar jadi presiden, saya jadi wakil presiden, saya punya program untuk guru," kata Mahfud menjanjikan program guru ngaji mendapat gaji.
Mahfud menekankan program tersebut akan menjamin atau meningkatkan kesejahteraan guru ngaji di seluruh wilayah Indonesia.
"Guru-guru madrasah yang gajinya tidak jelas, guru-guru ngaji yang gajinya tidak pernah ada, nanti ada yang ngurus. Itu nanti akan disediakan gaji yang bisa menjamin atau meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahfud mendorong KPU audit digital forensik lewat lembaga independen
21 February 2024 5:39 WIB, 2024
Empat hari tak berkomunikasi dengan Ganjar, Mahfud: Saya sedang umroh
17 February 2024 17:40 WIB, 2024
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024