Hasil survei Kompas: Prabowo-Gibran unggul, tapi pilpres tak satu putaran
Senin, 11 Desember 2023 15:01 WIB
Ilustrasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diikuti tiga peserta. ANTARA/Ilustrator/Kliwon
Jakarta (ANTARA) - Survei Litbang Kompas yang dirilis di Jakarta, Senin, melaporkan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran berada di urutan teratas mengungguli pasangan Anies-Muhaimin dan pasangan Ganjar-Mahfud.
Prabowo-Gibran berada di urutan pertama dengan perolehan suara 39,3 persen, sementara Anies-Muhaimin berada di urutan kedua dengan suara 16,7 persen dan posisi ketiga pasangan Ganjar-Mahfud dengan suara 15,3 persen.
Meskipun demikian, angka 39,3 persen belum memenuhi persentase keterpilihan guna memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pada Pilpres 2024.
Untuk memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran, salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden harus mengantongi suara lebih dari 50 persen sesuai dengan Pasal 416 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu.
Disebutkan pula pasangan Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden. Elektabilitasnya pun menonjol di semua kategori usia, khususnya di kalangan generasi (17—25 tahun) dengan persentase 54,5 persen.
Sementara itu, untuk tingkat pengenalan masyarakat terhadap Gibran mencapai 85,1 persen lebih tinggi daripada Mahfud Md. yang 72,2 persen dan Muhaimin yang 55,3 persen.
Sejajar dengan tingkat pengenalan, elektabilitas Gibran sebagai cawapres juga berada di urutan teratas. Elektabilitas Gibran mencapai 37,3 persen, Mahfud Md. 21,6 persen, dan Muhaimin 12,7 persen.
Litbang Kompas menyebutkan kehadiran Gibran turut memberikan warna tersendiri setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang kepadanya untuk maju sebagai cawapres dan setelah digandeng oleh Prabowo untuk mendampinginya, popularitas Gibran dengan cepat melesat.
Sebelumnya, pada bulan Agustus 2023, Litbang Kompas mencatat bahwa nama Gibran nyaris tidak masuk ke dalam nominasi publik untuk menjadi calon wakil presiden, hanya 0,1 persen yang menyebutkan namanya.
Selain itu, Litbag Kompas juga melaporkan adanya pemilih bimbang (undecided voters). Jumlah pemilih yang masih ragu-ragu untuk menetapkan pilihannya kepada pasangan capres/cawapres itu berada di angka 28,7 persen.
Menurut laporan Litbang Kompas, kalangan yang termasuk ke dalam kelompok undecided voters itu merupakan mereka yang belum punya ikatan ideologis ataupun kedekatan emosional terhadap sosok atau pasangan tertentu sehingga belum bisa menentukan siapa yang akan dipilih.
Survei tersebut melalui wawancara tatap muka terhadap 1.364 responden pada tanggal 29 November—4 Desember 2023.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi.
Dengan metode ini, pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,65 persen.
Prabowo-Gibran berada di urutan pertama dengan perolehan suara 39,3 persen, sementara Anies-Muhaimin berada di urutan kedua dengan suara 16,7 persen dan posisi ketiga pasangan Ganjar-Mahfud dengan suara 15,3 persen.
Meskipun demikian, angka 39,3 persen belum memenuhi persentase keterpilihan guna memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pada Pilpres 2024.
Untuk memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran, salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden harus mengantongi suara lebih dari 50 persen sesuai dengan Pasal 416 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu.
Disebutkan pula pasangan Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden. Elektabilitasnya pun menonjol di semua kategori usia, khususnya di kalangan generasi (17—25 tahun) dengan persentase 54,5 persen.
Sementara itu, untuk tingkat pengenalan masyarakat terhadap Gibran mencapai 85,1 persen lebih tinggi daripada Mahfud Md. yang 72,2 persen dan Muhaimin yang 55,3 persen.
Sejajar dengan tingkat pengenalan, elektabilitas Gibran sebagai cawapres juga berada di urutan teratas. Elektabilitas Gibran mencapai 37,3 persen, Mahfud Md. 21,6 persen, dan Muhaimin 12,7 persen.
Litbang Kompas menyebutkan kehadiran Gibran turut memberikan warna tersendiri setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang kepadanya untuk maju sebagai cawapres dan setelah digandeng oleh Prabowo untuk mendampinginya, popularitas Gibran dengan cepat melesat.
Sebelumnya, pada bulan Agustus 2023, Litbang Kompas mencatat bahwa nama Gibran nyaris tidak masuk ke dalam nominasi publik untuk menjadi calon wakil presiden, hanya 0,1 persen yang menyebutkan namanya.
Selain itu, Litbag Kompas juga melaporkan adanya pemilih bimbang (undecided voters). Jumlah pemilih yang masih ragu-ragu untuk menetapkan pilihannya kepada pasangan capres/cawapres itu berada di angka 28,7 persen.
Menurut laporan Litbang Kompas, kalangan yang termasuk ke dalam kelompok undecided voters itu merupakan mereka yang belum punya ikatan ideologis ataupun kedekatan emosional terhadap sosok atau pasangan tertentu sehingga belum bisa menentukan siapa yang akan dipilih.
Survei tersebut melalui wawancara tatap muka terhadap 1.364 responden pada tanggal 29 November—4 Desember 2023.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi.
Dengan metode ini, pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,65 persen.
Pewarta : Aprillio Abdullah Akbar
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bangun Jejaring dengan media nasional, Humas Itera media visit ke Harian Kompas
23 October 2023 8:20 WIB, 2023
Pemkot Bandarlampung raih penghargaan daerah peduli stunting dari Kompas TV
12 September 2023 11:01 WIB, 2023
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024