Pemkab Lampung Selatan tingkatkan pengawasan ternak antisipasi antraks
Minggu, 16 Juli 2023 15:47 WIB
Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
Lampung Selatan (ANTARA) - Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak, terutama dari luar daerah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit antraks.
"Kami juga memperketat lalu lintas ternak terutama yang akan masuk dari Jawa, harus memenuhi persyaratan sudah divaksin PMK, sudah divaksin LSD, menunjukkan hasil laboratorium bebas antraks dan brucella juga," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih, di Kalianda, Minggu.
Ia juga mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi melalui petugas di lapangan, seperti penyuluh, mantri hewan maupun dokter untuk meningkatkan terkait bahaya antraks.
"Agar petugas lebih siaga dan waspada, edukasi ke peternak agar selalu lapor jika ada ternaknya yang sakit," kata dia.
Dia juga mengimbau kepada peternak yang ada di Lampung Selatan, untuk selalu menjaga kebersihan kandang, dan tidak mendatangkan sapi, kerbau ataupun domba dari luar daerah.
"Agar peternak menjaga kebersihan kandang dan sekitarnya, dan mengupayakan menekan keberadaan lalat dan nyamuk dengan rajin melakukan penyemprotan menggunakan obat semprot serangga dan menyemprotkan disinfektan ke kandang yang sudah dibersihkan," ujarnya pula.
Ribuan ekor hewan ternak sapi di Kabupaten Lampung Selatan terjangkit penyakit cacar kulit atau Lumpy Skin Disease (LSD), kata Rini Ariasih lagi.
"Laporan yang sudah diterima ada sekitar 3.000 hewan ternak sapi yang sakit LSD dari populasi sekitar 150.000," katanya.
Ia mengatakan, ribuan ternak sapi tersebut sedang dalam penanganan petugas, dan ada beberapa yang terjangkit meski sudah ada yang membaik, namun masih ada yang masih dalam proses pengobatan.
"Saat ini petugas masih menjalankan pengobatan pada ternak sapi yang sakit, dan petugas kami terus bergerak untuk melakukan vaksinasi serta pengobatan vaksinasi pada ternak sapi yang sehat," kata dia pula.
Dari sekitar 3.000 ekor ternak sapi yang terpapar LSD, kata dia, kondisinya sudah memasuki masa pemulihan.
"Kami sudah mendapatkan bantuan obat-obatan dan vaksin dari pemerintah pusat, yang langsung kami salurkan," katanya lagi.
Baca juga: Pemkab Tanggamus minta peternak laporkan ternak sakit cegah antraks
Baca juga: Pemkab Pesisir Barat minta peternak lapor ternak sakit cegah antraks
"Kami juga memperketat lalu lintas ternak terutama yang akan masuk dari Jawa, harus memenuhi persyaratan sudah divaksin PMK, sudah divaksin LSD, menunjukkan hasil laboratorium bebas antraks dan brucella juga," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih, di Kalianda, Minggu.
Ia juga mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi melalui petugas di lapangan, seperti penyuluh, mantri hewan maupun dokter untuk meningkatkan terkait bahaya antraks.
"Agar petugas lebih siaga dan waspada, edukasi ke peternak agar selalu lapor jika ada ternaknya yang sakit," kata dia.
Dia juga mengimbau kepada peternak yang ada di Lampung Selatan, untuk selalu menjaga kebersihan kandang, dan tidak mendatangkan sapi, kerbau ataupun domba dari luar daerah.
"Agar peternak menjaga kebersihan kandang dan sekitarnya, dan mengupayakan menekan keberadaan lalat dan nyamuk dengan rajin melakukan penyemprotan menggunakan obat semprot serangga dan menyemprotkan disinfektan ke kandang yang sudah dibersihkan," ujarnya pula.
Ribuan ekor hewan ternak sapi di Kabupaten Lampung Selatan terjangkit penyakit cacar kulit atau Lumpy Skin Disease (LSD), kata Rini Ariasih lagi.
"Laporan yang sudah diterima ada sekitar 3.000 hewan ternak sapi yang sakit LSD dari populasi sekitar 150.000," katanya.
Ia mengatakan, ribuan ternak sapi tersebut sedang dalam penanganan petugas, dan ada beberapa yang terjangkit meski sudah ada yang membaik, namun masih ada yang masih dalam proses pengobatan.
"Saat ini petugas masih menjalankan pengobatan pada ternak sapi yang sakit, dan petugas kami terus bergerak untuk melakukan vaksinasi serta pengobatan vaksinasi pada ternak sapi yang sehat," kata dia pula.
Dari sekitar 3.000 ekor ternak sapi yang terpapar LSD, kata dia, kondisinya sudah memasuki masa pemulihan.
"Kami sudah mendapatkan bantuan obat-obatan dan vaksin dari pemerintah pusat, yang langsung kami salurkan," katanya lagi.
Baca juga: Pemkab Tanggamus minta peternak laporkan ternak sakit cegah antraks
Baca juga: Pemkab Pesisir Barat minta peternak lapor ternak sakit cegah antraks
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ternak sapi di Pesisir Barat Lampung masih terjangkit penyakit cacar kulit
13 July 2023 10:01 WIB, 2023
Pastikan hewan kurban sehat, DKP3 Metro terjunkan relawan dan dokter hewan
19 June 2023 15:47 WIB, 2023
Terpopuler - Lampung Tengah
Lihat Juga
KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya untuk diperiksa
15 January 2026 11:32 WIB
Damkarmat Lampung Selatan evakuasi buaya peliharaan warga di Natar, Lamsel
28 December 2025 17:30 WIB
Pria Bandarlampung sekap anak di bawah umur asal Lampung Tengah selama empat hari
21 October 2025 16:42 WIB
Wakil Bupati Lampung Tengah hadiri kirab budaya HUT ke -68 Dusun Sriwaluyo II
23 September 2025 9:30 WIB
FIFGROUP gelar hajatan untuk dekatkan layanan ke masyarakat di Bandar Jaya
13 September 2025 17:41 WIB
LBH Bandarlampung komitmen dampingi masyarakat tiga kampung terlibat konflik agraria
18 August 2025 9:59 WIB
DPRD Lampung minta percepatan unit pemukiman transmigrasi jadi desa definitif
22 July 2025 12:06 WIB